Perluas Layanan Pengangkutan Sampah, Purbalingga Tambah 10 Motor Listrik

  • 25 Agt 2026 14:26 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Purbalingga – Pemerintah Kabupaten Purbalingga menyediakan 10 unit motor listrik roda tiga untuk memperkuat layanan pengangkutan sampah dari rumah warga menuju tempat pembuangan sementara (TPS). Kendaraan tersebut diharapkan membuat pengangkutan lebih efisien sekaligus memperluas jangkauan pelayanan.

Salah satu penerima bantuan, Trino, mengatakan kendaraan baru tersebut sangat membantu kelompoknya dalam mengangkut sampah dari masyarakat. Saat ini, KSM Resik Kelurahan Kedungmenjangan melayani sekitar 600 kepala keluarga yang tersebar di tujuh RT.

Dari wilayah layanan tersebut, sampah yang terkumpul mencapai sekitar 1,5 ton per bulan. Sebelum mendapat bantuan motor listrik, pengangkutan masih mengandalkan gerobak dorong sehingga petugas harus beberapa kali bolak-balik dalam sehari.

“Sekali narik sampah biasanya sampai tiga kali bolak-balik. Dalam satu hari bisa tiga kali narik gerobak,” kata Trino usai menerima kendaraan listrik, Senin, 24 Agustus 2026.

Menurutnya, motor listrik bantuan Pemkab Purbalingga memiliki kapasitas angkut hingga 380 kilogram dengan jarak tempuh sekitar 51 kilometer. Dengan dukungan kendaraan tersebut, KSM Resik menargetkan dapat memperluas layanan dari tujuh menjadi 12 RT.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLHPKP Purbalingga, Nurdin Luthofa mengatakan, bantuan kendaraan diberikan untuk meningkatkan kapasitas pengumpulan sampah langsung dari sumbernya. “Harapannya, bantuan kendaraan ini dapat meningkatkan kapasitas pelayanan dalam pengumpulan dan pengelolaan sampah, serta memperluas jangkauan pelayanan,” katanya.

Bantuan tersebut diberikan kepada kelompok swadaya masyarakat (KSM), kelompok pengelola sampah (KPS), dan bank sampah yang aktif mengelola sampah. Selain itu, juga bagi kelompok yang belum pernah menerima bantuan kendaraan roda tiga.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Purbalingga Mukodam mengapresiasi peran kelompok pengelola sampah yang selama ini menangani sampah langsung dari masyarakat. “Peran panjenengan sungguh sangat penting, yakni membantu untuk membersihkan Purbalingga dari sampah, dan menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Mukodam.

Menurutnya, dari potensi sekitar 500 ton sampah per hari di Purbalingga, sekitar 115 ton di antaranya masuk ke TPA Kalipancur. Sementara sebagian lainnya ditangani melalui berbagai upaya, seperti pemulung, bank sampah, maupun TPS3R yang dikelola KSM dan KPS.

Pemkab Purbalingga menargetkan pada 2028 hanya residu atau sisa pengolahan sampah yang masuk ke TPA Kalipancur. Target tersebut didukung melalui gerakan Siap Pilah Olah Sampah (Siplah) dan Organik Bersih Terolah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....