Hari Jadi ke-404, Pemkab Pekalongan Perkuat Integritas dan Pacu Infrastruktur

  • 25 Agt 2026 13:11 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Hari Jadi ke-404, Pemkab Pekalongan Perkuat Integritas dan Pacu Infrastruktur
  • Persoalan yang tak kalah krusial adalah infrastruktur. Pemkab Pekalongan mengakui masih terdapat pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara bertahap. Sejumlah pembangunan telah mulai dikerjakan pada 2026

RRI.CO.ID, Pekalongan - Memasuki usia 404 tahun, Pemerintah Kabupaten Pekalongan tak ingin Hari Jadi sekadar menjadi seremoni tahunan. Momentum tersebut justru dijadikan titik evaluasi untuk membenahi tata kelola pemerintahan, memperkuat integritas aparatur, sekaligus mengejar ketertinggalan pembangunan infrastruktur.

Hal itu ditegaskan Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman, usai Upacara Hari Jadi ke-404 Kabupaten Pekalongan. Upacara dilaksanakan di Lapangan Belakang Setda Kabupaten Pekalongan, Selasa 25 Agustus 2026.

Mengusung tema “Kajen Bangkit, Satukan Hati, Bangun Negeri”, peringatan Hari Jadi menjadi momentum untuk mengukur kembali capaian pembangunan selama setahun terakhir. Program yang dinilai berhasil akan dilanjutkan, sementara berbagai kekurangan dijadikan bahan evaluasi.

“Intinya adalah merefleksikan apa yang telah kita lakukan pada tahun sebelumnya. Kita berhasil meraih berbagai prestasi, tentu hal-hal yang sudah baik akan kita tingkatkan, sementara hal-hal yang masih kurang akan kita perbaiki,” ujar Sukirman.

Namun, pembenahan tidak hanya menyangkut pembangunan fisik. Menurut Sukirman, kualitas pelayanan publik sangat bergantung pada integritas aparatur.

Oleh karena itu, ASN dituntut mampu bekerja profesional, adaptif dan loyal, sekaligus memiliki kontrol diri agar tidak terjerumus dalam praktik yang berpotensi melanggar aturan. “Yang tidak kalah penting adalah menjaga diri kita masing-masing sebagai para abdi negara agar tidak terjebak lagi dalam praktik-praktik yang sekiranya berpotensi melanggar,” ucapnya.

Pemkab Pekalongan pun memperkuat langkah pencegahan dengan membentuk Tim Pengawasan Integritas. Sosialisasi regulasi dan kampanye antikorupsi juga akan terus digencarkan, termasuk melalui kegiatan kreatif seperti lomba antikorupsi, pencegahan gratifikasi hingga lomba video.

Upaya tersebut, kata Sukirman, bukan sekadar formalitas. “Ini bagian dari sosialisasi agar kita semua memiliki benteng dan bisa saling mengingatkan,” katanya.

Di sisi lain, Pemkab Pekalongan juga menyoroti penataan sektor ekonomi daerah. Penguatan UMKM dan sentra perekonomian akan terus didorong, termasuk kawasan Kajen, Kedungwuni dan Pekan Raya.

Penataan tersebut juga menyangkut persoalan tarif dan pungutan. Sukirman menegaskan, setiap kontribusi masyarakat harus memiliki dasar hukum yang jelas dan mengacu pada Peraturan Daerah (Perda). Jangan sampai masyarakat yang telah membayar sesuai ketentuan kembali dibebani pungutan lain di luar aturan.

“Ketika sudah membayar kontribusi sesuai ketentuan, maka tidak ada kontribusi lain lagi. Besarannya juga harus sesuai dengan standar dan ukuran yang ada dalam Perda,” ungkapnya.

Persoalan yang tak kalah krusial adalah infrastruktur. Pemkab Pekalongan mengakui masih terdapat pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara bertahap. Sejumlah pembangunan telah mulai dikerjakan pada 2026, namun akselerasi lebih besar disiapkan pada tahun berikutnya.

“Untuk tahun 2026 ini sudah mulai dikerjakan. Tahun 2027 memang betul-betul kita canangkan sebagai tahun infrastruktur,” ucap Sukirman.

Pernyataan tersebut menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai salah satu agenda utama Pemkab Pekalongan ke depan. Jalan, fasilitas publik dan berbagai kebutuhan dasar masyarakat menjadi bagian penting untuk menopang aktivitas ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan.

Sukirman juga mengapresiasi jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) yang dinilai telah bekerja menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan, termasuk mendukung rangkaian peringatan Hari Jadi ke-404 Kabupaten Pekalongan. Menurutnya, angka 404 bukan sekadar penanda usia daerah. Angka tersebut menjadi pengingat atas panjangnya perjalanan Kabupaten Pekalongan sekaligus tanggung jawab pemerintah dan masyarakat untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu.

“Angka 404 menunjukkan usia yang sudah sangat mapan, sudah sangat dewasa. Tentu ini menjadi refleksi kita terhadap perjalanan dan perjuangan para pimpinan Kabupaten Pekalongan terdahulu,” jelasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....