Sumur Mengering, Warga Taman Beringin Elok Semarang Andalkan Masjid untuk Mandi
- 25 Agt 2026 08:09 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Menurunnya debit sumur artetis setiap musim kemarau membuat warga Taman Beringin Elok, RT 3 RW 14, Kelurahan Beringin, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, harus mencari sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Salah satunya dengan memanfaatkan masjid di sejumlah wilayah untuk mandi.
Salah satu warga, Aldi Aldini mengatakan kondisi tersebut telah dialaminya selama bertahun-tahun, terutama saat memasuki periode kemarau sekitar Agustus hingga Desember. Debit sumur artetis yang menjadi sumber air warga menurun sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan sekitar 30 kepala keluarga di lingkungannya.
“Kalau musim kayak mulai dari Agustus, September, Oktober, November, Desember itu pasti debitnya kecil. Ada beberapa yang keluar, cuma memang tidak mencukupi untuk satu RT,” kata Aldi, Senin, 24 Agustus 2026.
Saat debit air mulai berkurang, warga harus mengatur penggunaan air sehemat mungkin. Kebutuhan dasar seperti mandi pun terkadang harus dipenuhi dengan mencari sumber air di luar lingkungan tempat tinggal.
Aldi mengaku selama hampir 14 tahun terbiasa mencari masjid yang memiliki persediaan air cukup untuk mandi ketika musim kemarau. Masjid yang digunakan pun tidak selalu sama, melainkan menyesuaikan ketersediaan air di sejumlah lokasi.
Beberapa tempat yang pernah didatangi antara lain masjid di kawasan Permata Puri, Beringin Indah, BSB, hingga fasilitas umum seperti pom bensin. “Selama hampir 14 tahun kemarin setiap musim kering ini saya pasti mandi di masjid,” ujarnya.
Sejumlah warga lain juga melakukan hal serupa. Sebagian memilih mandi di masjid, sementara warga lainnya mencari lokasi yang memiliki aliran air lebih lancar.
Selain menghemat penggunaan air, sebagian warga mulai berupaya mendapatkan sumber air yang lebih stabil dengan mengajukan pemasangan sambungan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Aldi mengatakan, sambungan PDAM di rumahnya sejauh ini cukup membantu karena aliran air relatif lancar.
Namun, belum banyak warga yang memasang sambungan tersebut. Dari sekitar 30 hingga 32 kepala keluarga, baru sekitar lima atau enam rumah yang telah memiliki sambungan PDAM.
“Debit air PDAM alhamdulillah lancar. Cuma memang tidak semua pasang,” katanya.
Warga juga menerima bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan selama debit sumur menurun. Namun, bantuan tersebut belum dapat mencukupi kebutuhan dalam waktu lama.
Aldi memperkirakan satu kali bantuan air dapat habis dalam waktu sekitar dua hari. Karena kebutuhan air berlangsung setiap hari selama kemarau, ia berharap distribusi bantuan dapat dilakukan lebih rutin.
“Harusnya kebutuhan memang tiap hari. Kalau bisa bantuannya dua hari sekali,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....