Kekeringan Bendung Karet Juana Kembali Terjadi, Warga Minta Aliran Air Dibuka

  • 09 Sep 2026 11:43 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Keringnya Embung Karet, Pemprov Jateng Respon Cepat

RRI.CO.ID, Pati: Kekeringan Bendung Karet Sungai Juana di Kabupaten Pati kembali terjadi setelah kondisi serupa dialami warga pada 2024. Warga kini meminta aliran air segera kembali dibuka karena kekeringan tidak hanya memicu munculnya bangkai ikan sapu-sapu dan bau menyengat, tetapi juga mengganggu kebutuhan pengairan pertanian.

Sekretaris Desa Bungasrejo, Kecamatan Jakenan, Lukito Kito, mengatakan kekeringan Bendung Karet Sungai Juana bukan kali pertama terjadi. Kondisi serupa sebelumnya juga terjadi pada 2024.

"Permintaan kami, air dialirkan lagi untuk pertanian dan bau bangkai ikan tertangani," kata Lukito Kito.

Warga berharap persoalan kekeringan tidak hanya diselesaikan dari sisi penanganan bangkai ikan, tetapi juga melalui pemulihan aliran air untuk mendukung kebutuhan pertanian. Kondisi bendung yang kembali mengering dikhawatirkan berdampak terhadap aktivitas pertanian masyarakat.

Kekeringan aliran sungai juga menyebabkan ikan sapu-sapu mati dan meninggalkan bangkai dalam jumlah yang mengeluarkan bau menyengat. Kondisi tersebut menjadi salah satu keluhan warga yang tinggal di sekitar Bendung Karet Sungai Juana.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Provinsi Jawa Tengah, Urip Sihabudin, mengatakan pihaknya telah mengecek langsung lokasi serta menemui warga dan perangkat desa. Dari pengecekan tersebut, terdapat dua keluhan utama masyarakat, yakni bau bangkai ikan dan permintaan pembukaan kembali aliran air.

"Intinya, masyarakat mengharapkan sungai ada air kembali, sehingga bisa dimanfaatkan dan juga menghilangkan dampak bau dari ikan sapu-sapu," kata Urip Sihabudin, Selasa, 8 September 2026.

Pemprov Jawa Tengah bersama Pemkab Pati sepakat segera memindahkan bangkai ikan untuk mengurangi bau yang mengganggu aktivitas warga. Bangkai ikan tersebut rencananya dikubur di lahan kosong di sekitar sungai.

Proses penguburan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar sepekan karena membutuhkan alat berat untuk menggali tanah. Penanganan ini menjadi langkah pemerintah untuk mengatasi dampak langsung kekeringan yang dirasakan masyarakat.

Namun, warga berharap penanganan bangkai ikan tidak menjadi satu-satunya solusi. Pemulihan aliran air tetap dinilai penting agar kebutuhan pengairan pertanian dapat kembali terpenuhi.

Pemprov Jawa Tengah menegaskan akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait dan Pemkab Pati guna menuntaskan persoalan aliran air sekaligus menangani dampak kekeringan di Bendung Karet Sungai Juana..(agp)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....