Musrenbang RKPD 2027, Agustina Bidik Pertumbuhan Ekonomi Semarang

  • 21 Agt 2026 18:45 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mematangkan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 dengan menargetkan pertumbuhan ekonomi pada sasaran 6,70 hingga 8,55 persen. Target strategis tersebut disampaikan Agustina saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 di Ruang Lokakrida, Balai Kota Semarang, Rabu 19 Agustus 2026.

Ia menegaskan, RKPD 2027 menjadi pijakan penting karena memasuki tahun ketiga pelaksanaan RPJMD Kota Semarang 2025–2029. Perencanaan pembangunan tidak boleh dimulai dari nol, tetapi harus melanjutkan pekerjaan yang telah berjalan sekaligus memastikan hasilnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Musrenbang adalah ruang mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan arah kebijakan pemerintah. Tugas kita hari ini menyusun semuanya menjadi prioritas yang paling memberi manfaat, paling dibutuhkan, dan paling siap dilaksanakan,” ujarnya.

Musrenbang tersebut diikuti 714 peserta secara luring dan daring dari jajaran pemerintah, DPRD, instansi vertikal, akademisi, hingga organisasi kemasyarakatan. Agustina menjelaskan, sasaran akhir RPJMD adalah menjadikan Kota Semarang sebagai pusat ekonomi yang maju, berkeadilan sosial, lestari, dan inklusif melalui lima pilar: Semarang Bersih, Semarang Sehat, Semarang Cerdas, Semarang Makmur, dan Semarang Tangguh.

“Lingkungan yang baik menopang kesehatan, masyarakat yang sehat dan cerdas memperkuat produktivitas, ekonomi yang tumbuh menciptakan kesejahteraan, dan semuanya membutuhkan tata kelola serta kota yang tangguh,” jelasnya.

Sebagai pijakan untuk mencapai target tersebut, wali kota memaparkan capaian ekonomi dan pembangunan manusia Kota Semarang pada 2025. Pertumbuhan ekonomi tercatat 6,49 persen, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 85,80, kemiskinan turun menjadi 3,80 persen, serta Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada di angka 5,65 persen.

“Angka-angka ini menunjukkan kemajuan, sekaligus menjadi dasar untuk menentukan pekerjaan berikutnya. Kita tidak boleh berhenti pada capaian, tetapi harus melihat apa yang masih perlu diperbaiki dan apa yang bisa kita akselerasi,” tegasnya.

Capaian tersebut menjadi pijakan untuk melanjutkan 56 program dan 96 kegiatan unggulan prioritas Wali Kota yang saat ini telah berjalan. Sebagian program telah selesai, sebagian masih berlanjut, dan sebagian lainnya ditargetkan rampung pada 2027.

“Artinya, RKPD 2027 berlanjut dari program yang ada. Kita melanjutkan pekerjaan yang sudah berjalan dan memastikan hasilnya semakin terasa,” katanya. Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, RKPD 2027 mengusung tema “Pengembangan Pariwisata dan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Produk Unggulan Daerah”. Agustina ingin membangun ekosistem pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan, bukan sekadar mengejar jumlah kunjungan.

“Kita ingin pariwisata membuat wisatawan tinggal lebih lama. Produk unggulan daerah didukung dari pendataan, kurasi, pembinaan, _business matching_ hingga pasar, sementara infrastruktur menjadi pengungkitnya,” ujarnya.

Arah tersebut diterjemahkan melalui integrasi destinasi pada enam _focal point_, yakni Semarang Lama, Simpang Lima, Semarang Barat, Mijen-Gunungpati, Semarang Atas, dan Semarang Timur. Di sektor UMKM, program _Waras Ekonomi_ disiapkan sebagai ekosistem pemberdayaan mulai dari kurasi hingga evaluasi dampak.

Menurut dia, Target pariwisata 2027 mencakup pengembangan lima destinasi wisata alam, lima desa/kampung wisata baru, pelatihan 20 konten kreator, serta target 9.461.037 kunjungan wisatawan. Untuk menopang aktivitas ekonomi dan pariwisata, Pemkot Semarang juga menekankan penanganan banjir secara terpadu dari hulu ke hilir.

Agustina menerangkan, langkah tersebut mencakup optimalisasi pompa, normalisasi saluran, hingga integrasi saluran primer bersama BBWS Pemali Juana melalui program _National Urban Flood Resilience Project_ (NUFReP). Selain pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan mencapai 6,70–8,55 persen, sasaran makro 2027 juga mencakup peningkatan IPM menjadi 87,35, penurunan kemiskinan ke kisaran 3,52–3,31 persen, serta TPT pada kisaran 5,23–4,93 persen.

“Seluruh angka, target, program, dan kebijakan ini memiliki satu ukuran: seberapa besar manfaatnya dirasakan masyarakat. Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan Musrenbang ini sebagai ruang kolaborasi yang sungguh-sungguh,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....