HKG PKK ke-54, Wali Kota Agustina Dorong Ekonomi Keluarga Tumbuh dari Rumah
- 29 Agt 2026 00:30 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Semarang didorong memperkuat ekonomi keluarga melalui pemberdayaan yang dimulai dari lingkungan paling dekat, yakni rumah. Mengusung tema “PKK Berdaya Tangguh Mandiri Menuju Semarang Semakin Hebat”, Festival Hari Kesatuan Gerak (HKG) ke-54 PKK Kota Semarang di gelar di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Kamis 27 Agustus 2026.
Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi, peningkatan kapasitas, serta apresiasi bagi seluruh kader. Festival tersebut turut dihadiri Wali Kota Semarang Agustina, Ketua TP PKK Kota Semarang, Lies Iswar, jajaran pengurus TP PKK Kota Semarang, serta kader PKK dari 16 kecamatan.
Ketua TP PKK Kota Semarang, Lies Iswar, mengatakan, HKG PKK menjadi momentum untuk memperkuat semangat kader dalam memberdayakan keluarga dan lingkungan. Potensi yang ada di sekitar keluarga diharapkan dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif yang memberikan nilai tambah.
“PKK bergerak dari keluarga dan kembali untuk memberikan manfaat bagi keluarga,” ujar Lies. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menilai kekuatan utama PKK terletak pada kedekatan para kader dengan kehidupan c-hari warga di 16 kecamatan. Kedekatan tersebut menjadi modal penting untuk mendorong berbagai gerakan pemberdayaan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Yang membuat mereka bergerak menjaga lingkungannya, menjaga warganya, menjaga seluruh komunitasnya hanya satu. Apa itu? Cinta mereka kepada bangsanya sendiri,” ujarnya.
Menurut Agustina, pemberdayaan masyarakat tidak harus selalu dimulai dari program besar. Justru, perubahan dapat dibangun dari keluarga melalui pemanfaatan potensi yang ada di rumah dan lingkungan sekitar.
“Pemberdayaan itu dimulai dari rumah. Dari rumah kita bisa membangun kesehatan, pangan, lingkungan, budaya sampai ekonomi keluarga,” ungkapnya.
Salah satu potensi yang dapat dikembangkan adalah Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K). Agustina melihat kegiatan produktif yang awalnya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dapat berkembang menjadi usaha yang memiliki nilai ekonomi lebih besar.
“Sekarang semakin banyak kader PKK yang berkembang menjadi pelaku UMKM dan entrepreneur. Ini yang harus kita dorong,” katanya. Agustina menegaskan, ketika usaha berbasis rumah tangga mendapatkan pendampingan secara berkelanjutan, peluang untuk berkembang menjadi UMKM semakin terbuka. Karena itu, pemberdayaan keluarga perlu dihubungkan dengan ekosistem usaha yang lebih luas, mulai dari pendampingan, promosi, digitalisasi hingga akses pasar.
Potensi tersebut juga berada dalam ekosistem usaha mikro yang cukup besar di Kota Semarang. Data Dinas Koperasi dan UMKM mencatat lebih dari 30.800 pelaku usaha mikro telah terintegrasi dalam Sistem Informasi Usaha Mikro (Si Umi).
Untuk membuka ruang pertumbuhan yang lebih luas, Agustina mengarahkan penguatan Waras Ekonomi sebagai ekosistem yang menghubungkan kader PKK dan pelaku UP2K dengan platform digital, media, mitra usaha hingga akses pasar. “Kalau kita bisa menghubungkan mereka dengan pasar, dengan media, dengan platform digital dan dengan mitra usaha, maka usaha yang dimulai dari rumah bisa mempunyai kesempatan untuk tumbuh lebih besar,” jelasnya.
Melalui ekosistem tersebut, Agustina berharap usaha keluarga tidak berhenti pada aktivitas sampingan, tetapi dapat berkembang menjadi sumber tambahan penghasilan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Semangat pemberdayaan keluarga juga terlihat dalam Festival HKG PKK melalui Stan Tematik yang mengangkat beragam praktik pemberdayaan, mulai dari kesehatan, pangan, lingkungan, ekonomi, inklusivitas, kebencanaan, budaya hingga pariwisata.
Berbagai tema tersebut diwujudkan melalui Omah Kesehatan, Omah Pangan, Omah TOGA, Omah UP2K, Omah Pilah Sampah, Omah Inklusif, Omah Tangguh Bencana, Omah Budaya, Omah Wisata dan Omah Ramah Anak. Bagi Agustina, keberadaan Omah Tematik menunjukkan bagaimana 10 Program Pokok PKK diterjemahkan menjadi kegiatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Bahkan, berbagai aktivitas tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk mengembangkan potensi sosial sekaligus ekonomi masyarakat. Selain pameran inovasi, Festival HKG PKK ke-54 juga dimeriahkan dengan Lomba Hadroh dan Lomba Stan Tematik.
Ajang ini menjadi wadah bagi para kader untuk menampilkan karya kreatif, produk unggulan, keunikan, serta identitas khas dari masing-masing wilayah.
“Kompetisi itu jangan hanya dilihat siapa yang menang dan siapa yang kalah. Yang lebih penting adalah kita bertemu, saling belajar, membangun komunitas dan membuka peluang,” katanya.
Agustina juga melihat perkembangan pariwisata sebagai ruang yang dapat memperluas peluang ekonomi bagi warga. Menurutnya, kampung, komunitas, UMKM dan kader PKK dapat mengambil bagian dalam pengembangan destinasi wisata melalui produk, kreativitas maupun potensi wilayah masing-masing.
Untuk itu, pada 2027 Agustina mendorong agar pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Kota Semarang semakin memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. “Kota Semarang akan kita buat sedemikian rupa bagaimana menjadi sebuah destinasi wisata yang memberi manfaat kepada warganya,” tegasnya.
Menurut Agustina, pengembangan pariwisata tidak hanya berbicara mengenai destinasi, tetapi juga bagaimana masyarakat di sekitarnya ikut tumbuh. Produk UMKM, kuliner, kerajinan, seni budaya, kreativitas komunitas hingga potensi kampung dapat menjadi bagian dari ekosistem pariwisata.
Di tengah tantangan ekonomi dan daya beli masyarakat, Wali Kota juga mengajak kader PKK untuk terus membangun kepedulian kepada warga, termasuk membantu masyarakat yang membutuhkan akses pekerjaan maupun usaha.
Ia menilai kader PKK memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan keluarga dan lingkungan. Karena itu, gerakan PKK diharapkan tidak hanya menjalankan program, tetapi juga mampu menjadi penggerak perubahan dan membuka peluang bagi masyarakat di sekitarnya.
“Teruslah bergerak dari rumah bersama keluarga untuk menghadirkan manfaat yang semakin luas bagi Kota Semarang,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....