Bangun Tata Kelola Bersih, RSUD Tjitrowardojo Purworejo Perkuat Integritas SDM
- 20 Agt 2026 11:28 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Purworejo - RSUD dr. Tjitrowardojo Kabupaten Purworejo memperkuat integritas pegawai melalui sosialisasi Code of Conduct dan pengendalian gratifikasi. Kegiatan yang digelar Rabu, 19 Agustus 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola rumah sakit yang bersih, profesional, dan berorientasi pada kepercayaan masyarakat.
Sosialisasi tersebut menekankan pentingnya perilaku, etika, dan integritas seluruh pegawai dalam menjalankan tugas. Pedoman perilaku diharapkan tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi menjadi acuan dalam bekerja, berinteraksi, mengambil keputusan, hingga memberikan pelayanan kepada pasien.
Direktur RSUD dr. Tjitrowardojo, dr. Tolkha Amaruddin, mengatakan setiap pegawai harus menjadikan Code of Conduct sebagai pedoman dalam menjalankan tugas sehari-hari. "Ini harus menjadi arah dalam bekerja, berinteraksi, mengambil keputusan dan memberikan pelayanan," ujarnya.
Menurut Tolkha, seluruh jajaran rumah sakit, mulai dari pimpinan hingga tenaga pelayanan, harus memastikan setiap pekerjaan dilakukan dengan benar. Prinsip tersebut mencakup benar dalam aturan, proses, tindakan, serta pertanggungjawaban.
Ia mengingatkan agar pegawai tidak menganggap remeh tindakan yang terlihat kecil apabila berpotensi menimbulkan persoalan integritas. "Jangan sampai sesuatu yang terlihat kecil dan dianggap biasa justru menjadi awal dari pelanggaran integritas kita," ujarnya.
Dalam materi pengendalian gratifikasi, pegawai juga diminta lebih peka terhadap berbagai bentuk pemberian yang berkaitan dengan jabatan. Gratifikasi dapat berupa uang, barang, diskon, bingkisan, hingga fasilitas perjalanan.
Tolkha mengingatkan pegawai untuk mempertimbangkan tiga hal sebelum menerima pemberian, yakni apakah pemberian tersebut patut diterima, apakah berkaitan dengan jabatan, dan apakah penerima merasa nyaman apabila pemberian tersebut diketahui publik. "Rumah sakit tidak hanya menjual pelayanan medis, tapi modal kita adalah kepercayaan masyarakat," katanya.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Purworejo, Agung Wibowo, A.P., menekankan pentingnya perubahan pola pikir dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, kemampuan tenaga kesehatan di Purworejo sudah memadai, tetapi sikap atau attitude menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepuasan masyarakat.
Agung mengatakan keluhan masyarakat tidak selalu berkaitan dengan kemampuan medis. Persoalan juga dapat muncul karena proses pelayanan yang lambat, komunikasi petugas, maupun sikap ketika berhadapan dengan masyarakat.
Di tengah digitalisasi pelayanan, ia meminta petugas tetap memberikan pendampingan kepada masyarakat yang mengalami kesulitan menggunakan layanan berbasis teknologi, terutama kelompok lanjut usia. "Ketika kita melayani, harus benar-benar pelayanan dengan hati," ucap Agung.
Ia berharap budaya pelayanan yang ramah, responsif, dan manusiawi dapat diterapkan tidak hanya di RSUD dr. Tjitrowardojo. Akan tetapi, juga di puskesmas serta fasilitas kesehatan lainnya di Kabupaten Purworejo.
Melalui penguatan Code of Conduct, pengendalian gratifikasi, dan peningkatan kualitas sikap pelayanan, RSUD dr. Tjitrowardojo berupaya membangun budaya organisasi yang bersih dan berintegritas. Upaya tersebut diharapkan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus mendukung posisi rumah sakit sebagai salah satu pusat rujukan utama di Kabupaten Purworejo.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....