Transformasi 81 Tahun Jateng, Warga Rasakan Dokter Spesialis Sampai Pelosok Desa
- 15 Agt 2026 18:41 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Memasuki usia ke-81 tahun, Jawa Tengah menunjukkan transformasi layanan kesehatan yang semakin dekat dengan masyarakat. Melalui Program Dokter Spesialis Keliling (Speling), warga desa kini bisa bertemu dokter spesialis tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke rumah sakit.
Manfaat program tersebut dirasakan langsung oleh Retno, warga Desa Kapulogo, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo. Selama ini ia harus menempuh perjalanan sekitar 36 kilometer menuju rumah sakit terdekat untuk mendapatkan layanan kesehatan spesialis.
Tinggal di wilayah perbatasan Wonosobo dan Magelang membuat akses kesehatan menjadi tantangan tersendiri bagi keluarganya. Kondisi itu semakin berat karena anaknya membutuhkan pemeriksaan rutin ke dokter spesialis saraf akibat gangguan pembekuan darah di otak.
Keterbatasan ekonomi dan tidak adanya kendaraan membuat pengobatan anaknya sempat terhenti. Harapan baru datang saat Program Speling hadir di balai desa pada 30 Juli 2026 dengan menghadirkan dokter spesialis dari berbagai bidang secara gratis.
Retno memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memeriksakan kesehatan dirinya dan anaknya. Kini, layanan yang sebelumnya sulit dijangkau dapat diperoleh lebih dekat dari tempat tinggalnya.
"Saya terbantu. Kendala kami memang tidak punya kendaraan, jadi sempat berhenti berobat. Dari sini kami bisa berobat lagi," tuturnya pada Kamis, 30 Juli 2026.
Cerita serupa juga dirasakan Jamsari, warga Desa Pidodo Kulon, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal. Selama 15 tahun hidup dengan diabetes, ia mengaku sempat mengabaikan kontrol kesehatan karena tingginya biaya pengobatan.
Biaya pemeriksaan yang harus dikeluarkan setiap kali kontrol membuatnya memilih berhenti berobat. Akibatnya, kondisi kesehatannya memburuk hingga mengalami luka pada kaki akibat komplikasi diabetes.
"Sekali kontrol sekitar Rp450 ribu. Saya kira sudah sembuh, ternyata kaki sampai luka karena efek gula," ujarnya.
Melalui Speling, Jamsari kembali memperoleh kesempatan berkonsultasi dengan dokter spesialis tanpa terbebani biaya. Program tersebut menjadi solusi bagi masyarakat yang selama ini menunda pengobatan karena kendala ekonomi.
Manfaat Speling tidak hanya dirasakan oleh warga dengan keluhan fisik. Di Banyumas, siswi SMA Negeri 2 Purwokerto bernama Feni Anindya mendapatkan layanan konsultasi kesehatan jiwa yang membantunya menentukan arah pendidikan setelah lulus sekolah.
Kebingungan memilih jurusan kuliah dan merencanakan masa depan membuat Feni memanfaatkan layanan psikolog yang tersedia dalam program tersebut. Dari konsultasi itu, ia memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai langkah yang akan diambil setelah tamat sekolah.
"Alhamdulillah setelah berkonsultasi jadi lebih ada gambaran. Saya berharap program ini bisa dilaksanakan lagi," katanya.
Ketiga kisah tersebut menggambarkan dampak nyata Program Speling yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Melalui pendekatan jemput bola, layanan dokter spesialis kini hadir lebih dekat bagi warga yang terkendala jarak, biaya, maupun akses kesehatan.
Program Speling mulai dijalankan pada Maret 2025 sebagai upaya pemerataan layanan kesehatan di Jawa Tengah. Program ini menghadirkan lima layanan utama, yakni skrining tuberkulosis, pemeriksaan kanker serviks, layanan kesehatan jiwa, pemeriksaan ibu hamil, serta pelayanan kesehatan balita.
Seluruh layanan diberikan secara gratis hanya dengan menunjukkan kartu identitas. Pelayanan yang dilaksanakan di balai desa juga mengurangi beban biaya transportasi masyarakat untuk mendapatkan pemeriksaan dokter spesialis.
Hingga 13 Agustus 2026, Program Speling telah dilaksanakan sebanyak 1.553 kali di 1.378 desa yang tersebar di 465 kecamatan pada 35 kabupaten dan kota. Sebanyak 128.109 warga telah memperoleh layanan kesehatan secara langsung melalui program tersebut.
Keberhasilan Speling tidak hanya diukur dari jumlah kunjungan dan lokasi pelayanan. Program ini juga berhasil menemukan ribuan kasus penyakit lebih dini sehingga dapat segera ditangani melalui sistem rujukan dan pendampingan.
Pada layanan kesehatan ibu dan anak, sebanyak 15.848 ibu hamil telah menjalani pemeriksaan antenatal care. Dari jumlah tersebut, 3.311 orang membutuhkan pemantauan dan penanganan lebih lanjut.
Skrining tuberkulosis melalui Speling juga telah menjangkau 53.463 warga. Hasil pemeriksaan menemukan ribuan warga yang memerlukan pemeriksaan lanjutan menggunakan Tes Cepat Molekuler maupun uji Mantoux.
Layanan kesehatan jiwa menjangkau 37.605 warga dengan 1.358 orang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Sementara pemeriksaan kanker serviks terhadap 5.915 perempuan menemukan 497 kasus yang memerlukan tindak lanjut medis.
Speling juga diperkuat melalui integrasi dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas pemerintah pusat. Kolaborasi tersebut membuat masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan yang lebih menyeluruh dalam satu kesempatan.
Hasilnya, Jawa Tengah mencatat capaian CKG tertinggi di Indonesia sepanjang Januari hingga Juli 2026. Sebanyak 14.248.868 warga telah mengikuti program tersebut atau sekitar 37,4 persen dari total sasaran nasional.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Zulfachmi Wahab, menegaskan bahwa Speling tidak berhenti pada tahap deteksi dini. "Kami tidak akan berhenti pada deteksi dini, tetapi berlanjut untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Jawa Tengah secara holistik," ujarnya.
Menurut Zulfachmi, setiap temuan kasus akan ditindaklanjuti melalui sistem rujukan dan pendampingan yang terintegrasi. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya diperiksa tetapi juga mendapatkan layanan hingga tuntas.
Bagi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, kesehatan merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mengurangi kemiskinan. Karena itu, layanan kesehatan harus mampu menjangkau masyarakat hingga ke tingkat desa.
"Jadi kita dorong tidak hanya pelayanan di rumah sakit tapi juga di desa. Masyarakat desa akan senang mereka dapat layanan kesehatan gratis, bisa periksa kesehatan ke dokter spesialis, anaknya yang stunting juga ditangani, termasuk kesehatan jiwa dan sebagainya," tegas Luthfi.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperluas jangkauan Speling ke seluruh wilayah. Hingga akhir 2026, program tersebut ditargetkan mampu melayani 284 ribu warga agar semakin banyak masyarakat bisa bertemu dokter spesialis tanpa terkendala jarak maupun biaya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....