Sukses Ubah Lahan Tidur Jadi Produktif, Revola Didorong Direplikasi se-Jateng
- 11 Agt 2026 20:15 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Keberhasilan Program Revolusi Lahan (Revola) Jateng Optimis mengubah lahan tidur menjadi kawasan produktif mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk memperluas penerapannya. Program tersebut diharapkan dapat direplikasi di seluruh kabupaten dan kota guna mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Komitmen itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat meresmikan kawasan Revola di Desa Susukan, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Senin 10 Agustus 2026. Kawasan tersebut menjadi contoh pemanfaatan lahan yang selama belasan tahun tidak tergarap hingga kembali menghasilkan nilai ekonomi.
"Saya pengen seluruh kabupaten/kota harus punya Revola, karena saya yakin di seluruh kabupaten/kota masih banyak lahan kita yang tidur nyenyak. Lahan tidur yang tidak pernah digarap," katanya.
Menurutnya, Revola tidak hanya berfokus pada pembukaan lahan, tetapi juga memastikan lahan tersebut dikelola secara berkelanjutan. Pengelolaannya dilakukan melalui kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Program Revola di Desa Susukan menerapkan konsep integrated smart farming yang mengintegrasikan berbagai sektor dalam satu kawasan. Di lahan seluas 10 hektare tersebut dikembangkan tanaman kopi, alpukat, hortikultura, padi, perikanan, serta peternakan yang didukung teknologi pertanian modern.
Tanaman kopi dan alpukat juga berfungsi sebagai upaya konservasi untuk menahan erosi di kawasan tersebut. Sementara penerapan teknologi smart farming memungkinkan pengelolaan lahan dilakukan lebih efektif dan efisien oleh petani milenial.
Luthfi menilai konsep pertanian terpadu tersebut mampu menciptakan siklus ekonomi yang saling mendukung. Selain membuka lapangan kerja, program itu juga membuat lahan yang sebelumnya terbengkalai menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat.
Ia menambahkan, keberhasilan Revola dapat menjadi model dalam percepatan pengentasan kemiskinan di pedesaan. Dengan meningkatnya produktivitas lahan, pendapatan masyarakat diharapkan ikut tumbuh secara bertahap.
Kepala Desa Susukan Hasyim Abdullah mengatakan masyarakat menyambut antusias program yang digagas Pemprov Jawa Tengah tersebut. Kehadiran Revola membuka peluang bagi warga untuk mengelola lahan yang sebelumnya tidak memberikan manfaat ekonomi.
"Revola ini juga memberdayakan masyarakat miskin yang ada di desa kami. Program ini kan baru berjalan sebulan, jadi untuk sementara hasil telur ayam akan dimanfaatkan sendiri, untuk peningkatan gizi, ke depannya akan meningkatkan pendapatan bagi keluarga miskin," ujarnya.
Salah seorang petani, Nur Fauzi, mengaku program Revola memberikan manfaat besar bagi warga Desa Susukan. Lahan eks perkebunan teh yang selama 12 tahun tidak tergarap kini kembali produktif dengan berbagai komoditas pertanian dan perkebunan.
"Saya ikut ternak kambing, ayam, perikanan, dan lainnya. Saya juga menanam kopi, alpukat, dan holtikultura seperti cabai terong hingga padi," ujarnya.
Fauzi juga mengapresiasi keterlibatan petani muda dalam program Revola Jateng Optimis. Melalui penerapan smart farming, generasi muda didorong menguasai teknologi pertanian seperti drone, sistem penyiraman otomatis, dan pemantauan kondisi tanah secara digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....