Ribuan Pramuka Jateng di Kirim ke Jamnas, Gubernur: Cetak Pemimpin Masa Depan

  • 15 Agt 2026 14:15 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Sebanyak 1.488 Pramuka Jawa Tengah mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) XII di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, para peserta tidak sekadar berkemah, tetapi sedang ditempa menjadi calon pemimpin masa depan.

Saat mengunjungi kontingen Jawa Tengah, Jumat malam 14 Agustus 2026, Luthfi memberikan motivasi langsung kepada para Pramuka Penggalang. Ia meminta seluruh peserta memanfaatkan Jamnas sebagai ruang belajar untuk membangun karakter, kemandirian, dan jiwa kepemimpinan.

“Adik-adik datang ke sini, dicetak untuk menjadi pemimpin saat pulang ke Jawa Tengah dan kabupaten/kota masing-masing,” kata Luthfi.

Menurutnya, pendidikan kepramukaan harus mampu membentuk generasi yang terampil, kreatif, dan mampu menghadapi berbagai tantangan. Bekal tersebut menjadi modal penting bagi generasi muda untuk berkontribusi di tengah masyarakat.

Luthfi juga mengingatkan para peserta agar menunjukkan nilai-nilai kepramukaan melalui sikap, perilaku, dan tutur kata selama mengikuti kegiatan. Selain itu, mereka dituntut mampu mengenali sekaligus menyelesaikan persoalan, baik secara individu maupun kelompok.

Jamnas juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperluas wawasan kebangsaan dan membangun jejaring dengan Pramuka dari seluruh Indonesia. Karena itu, para peserta diminta menjadi duta yang memperkenalkan potensi dan keunggulan Jawa Tengah di tingkat nasional.

“Anda Pramuka Penggalang yang merupakan wakil atau duta-duta Provinsi Jawa Tengah. Ceritakan tentang Jawa Tengah, ceritakan kabupaten/kota, ceritakan daerah asal,” tegasnya.

Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah, Slamet Budi Prayitno, mengatakan kontingen Jawa Tengah terdiri atas 1.208 Pramuka Penggalang tingkat SMP, 24 Pramuka Berkebutuhan Khusus, serta ratusan pembina dan pendamping. Seluruh peserta telah menjalani pelatihan dan persiapan selama tiga bulan sebelum berangkat ke Jamnas.

Menurut Budi, pendidikan kepramukaan tidak hanya menekankan keterampilan teknis, tetapi juga membangun karakter dan kecakapan hidup. Dua aspek tersebut menjadi fondasi penting untuk menyiapkan generasi muda yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing.

“Pramuka Penggalang sekarang akan menjadi pemimpin masa depan. Sangat penting adik-adik ini tidak lepas dari jati diri sebagai warga negara Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, makna kepemimpinan tidak selalu identik dengan jabatan formal. Seorang pemimpin dapat dimulai dari kemampuan memimpin diri sendiri, keluarga, hingga lingkungan sekitarnya.

Bagi para peserta, kehadiran langsung Gubernur Jawa Tengah menjadi suntikan semangat tersendiri. Mereka mengaku semakin termotivasi untuk mengembangkan kemampuan dan membuktikan bahwa Pramuka Jawa Tengah mampu menjadi calon pemimpin yang membanggakan di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....