Kirim 11 Atlet, Purworejo Raih 1 Emas dan 1 Perak di Peparpeda Jateng 2026
- 27 Agt 2026 05:03 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Purworejo - Kontingen pelajar disabilitas Kabupaten Purworejo menorehkan prestasi pada Pekan Paralimpik Pelajar Daerah Peparpeda Jawa Tengah 2026. Dari 11 atlet yang dikirim, Purworejo berhasil membawa pulang 1 medali emas dan 1 medali perak.
Ajang yang berlangsung di Surakarta pada 21–23 Agustus 2026 itu mempertandingkan empat cabang olahraga yakni para-atletik, para-tenis meja, para-bulu tangkis, dan para-renang. Purworejo hanya menurunkan atlet di dua cabor karena keterbatasan klasifikasi.
Kepala Bidang Keolahragaan Dinporapar Kabupaten Purworejo, Widodo mengatakan, medali emas berhasil diraih oleh Abdul Basari, siswa SLB Negeri Purworejo. Ia menjadi juara pada nomor tolak peluru klasifikasi F20.
Sementara, medali perak diraih melalui cabang para-tenis meja. Dua atlet SD yang turun di nomor tunggal putra klasifikasi TT6–TT10 adalah Fatir Pradipta dari SD Negeri Bajangrejo dan Charlin Tristan Nadhif dari SD Negeri Kamijoro.
“Secara umum kita mengirim 11 atlet di para-atletik dan para-tenis meja. Dari empat cabor yang ada, kita baru bisa mengikuti dua cabor karena keterbatasan atlet sesuai klasifikasi,” kata Widodo saat dikonfirmasi pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Widodo menyebut penjaringan atlet telah dilakukan ke sekolah-sekolah inklusi dan SLB sejak jauh hari. Kendalanya, tidak semua pelajar disabilitas yang terjaring memenuhi klasifikasi pada nomor yang dipertandingkan.
“Kita sudah melakukan penjaringan ke sekolah-sekolah. Tantangannya adalah tidak semua atlet masuk dalam klasifikasi yang dibutuhkan untuk nomor pertandingan tertentu,” ujarnya.
Target awal kontingen adalah 1 emas, 1 perak, dan 2 perunggu. Target minimal 1 emas dan 1 perak berhasil dipenuhi. Peluang menambah medali sempat ada di para-atletik, namun gagal karena salah satu atlet andalan mengalami cedera saat bertanding.
Prestasi di Peparpeda 2026 menjadi pijakan Dinporapar bersama NPCI Kabupaten Purworejo untuk memperkuat pembinaan. Salah satu rencana yang disiapkan adalah menggelar event olahraga khusus disabilitas pertama di Purworejo.
“Selama ini belum pernah ada event olahraga disabilitas yang digelar di Kabupaten Purworejo. Ke depan kami berencana bekerja sama dengan NPCI untuk membuat event lokal, harapannya masyarakat semakin mengenal keberadaan dan prestasi atlet disabilitas,” kata Widodo.
Event tersebut diharapkan menjadi sarana penjaringan bibit baru. “Dari event lokal itu kami berharap muncul atlet-atlet baru yang nantinya bisa berprestasi, bukan hanya di tingkat regional dan nasional, tetapi juga sampai internasional," katanya.
Widodo juga berpesan kepada para atlet agar tidak berpuas diri. “Jadikan Peparpeda ini sebagai batu loncatan untuk terus berlatih dan mengikuti kejuaraan berikutnya,” katanya.
Untuk agenda nasional, Dinporapar masih menunggu informasi resmi dari Pemprov Jawa Tengah yang dijadwalkan akhir tahun ini. "Dengan dukungan keluarga, sekolah, pemerintah, dan NPCI, Purworejo optimistis terus melahirkan atlet disabilitas yang mampu bersaing hingga level internasional," ucapnya.(Ags)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....