Jelang Pidato Kenegaraan, DPRD Jateng Soroti Pemerataan Akses Pendidikan
- 15 Agt 2026 10:16 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Pemerataan akses pendidikan menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam dialog sebelum mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia di Gedung DPRD Provinsi Jawa Tengah, Jumat 15 Agustus 2026. Dialog tersebut mempertemukan anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah Dipa Yustia Pasa , Kabid Pendidikan Menengah Atas Dinas Pendidikan Jawa Tengah Kusno, serta pelajar SMA Negeri 1 Semarang, Rio.
Kepala Bidang Pendidikan Menengah Atas Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Kusno, mengatakan pemerataan akses pendidikan saat ini menjadi salah satu prioritas pemerintah. Upaya tersebut diarahkan agar layanan pendidikan dasar dapat menjangkau seluruh anak, termasuk mereka yang berada di wilayah pelosok Jawa Tengah.
Menurut Kusno, Dinas Pendidikan Jawa Tengah mendukung berbagai program pemerintah pusat maupun daerah yang bertujuan memperluas akses pendidikan. Salah satunya melalui program yang ditujukan untuk memberikan kesempatan pendidikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Proses penerimaan peserta didik dilakukan berdasarkan data dan aturan yang berlaku. Jika dalam proses verifikasi ditemukan ketidaksesuaian data, maka perbaikan dilakukan sesuai ketentuan," ujarnya dalam dialog dipandu Devina.
Sementara itu, anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah, Dipa Yustia Pasa, menilai pendidikan merupakan fondasi penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, berbagai bantuan sosial maupun fasilitas tidak akan maksimal jika tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas pendidikan masyarakat.
Dipa juga menyoroti pentingnya ketepatan data penerima bantuan pendidikan, khususnya kelompok masyarakat yang masuk dalam desil 1 hingga 4."Masih terdapat pekerjaan rumah dalam memastikan data tersebut benar-benar menggambarkan kondisi ekonomi masyarakat," terangnya.
Ia mendorong dilakukan verifikasi dan validasi data secara lebih teliti. "Dengan data yang akurat, berbagai program seperti Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dapat diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,"tambah politisi partai Golkar itu.
Dialog juga menyoroti pentingnya kejujuran masyarakat dalam memanfaatkan program bantuan pemerintah. Dipa mengingatkan, fasilitas pendidikan yang disediakan negara harus digunakan secara tepat sasaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan.
Dalam dialog tersebut, Dipa juga mendorong agar suara anak muda lebih banyak dilibatkan dalam proses penyusunan kebijakan. Menurutnya, pemerintah dan legislatif perlu membuka ruang dialog yang lebih luas dengan pelajar karena merekalah yang akan menjadi generasi penerus dan menikmati dampak kebijakan dalam jangka panjang.
Ia bahkan mengusulkan adanya forum semacam musyawarah perencanaan pembangunan khusus anak muda. "Kolaborasi antara generasi senior yang memiliki pengalaman dan generasi muda yang memiliki energi dapat menghasilkan kebijakan yang lebih relevan dengan kebutuhan anak muda,"pungkasnya.
Sementara itu, pelajar SMA Negeri 1 Semarang, Rio, menilai kejujuran merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun karakter generasi muda. Ia mengatakan nilai tersebut diterapkan dalam lingkungan keluarga maupun sekolah, termasuk dalam pelaksanaan ujian.
Rio yang aktif dalam organisasi pelajar dan berbagai kegiatan sains juga mengungkapkan pentingnya dukungan guru, keluarga, teman, dan lingkungan dalam mengembangkan potensi anak muda. Ia saat ini aktif dalam organisasi siswa serta memiliki sejumlah prestasi di bidang sains dan inovasi.
Dialog kemudian ditutup dengan ajakan untuk memperkuat kolaborasi antara legislatif, eksekutif, masyarakat, dan generasi muda. Kegiatan dilanjutkan dengan agenda mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....