Waspada Gelombang Tinggi, Wisatawan Dilarang Bermain di Pantai Selatan Purworejo
- 14 Agt 2026 12:31 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Purworejo – Gelombang tinggi masih terjadi di sepanjang pantai selatan Kabupaten Purworejo dan berpotensi membahayakan wisatawan. Pemerintah daerah mengimbau pengunjung tetap menikmati kawasan pantai dari daratan, namun tidak turun ke laut maupun bermain di bibir pantai.
BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter di perairan Pelabuhan Jetis, Purworejo. Kondisi tersebut diprakirakan menurun menjadi 1,25 hingga 2,5 meter pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purworejo, Wasit Diono, mengatakan kondisi gelombang tinggi perlu menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat pesisir, nelayan perahu kecil, dan pengguna jasa transportasi laut.
Masyarakat diminta menunda aktivitas melaut hingga kondisi perairan dinilai lebih aman. “BMKG menyebut fenomena ini dipicu Monsun Australia dan penguatan arus di Samudra Hindia Selatan Jawa,” ujar Wasit saat dikonfirmasi, Jumat, 14 Agustus 2026.
Sementara itu, Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dinporapar Purworejo, Edi Nur Widyoko, mengatakan berdasarkan pemantauan di lapangan, gelombang di pantai selatan Purworejo masih sangat tinggi.
Pihaknya memperketat pengawasan di sejumlah destinasi wisata pantai untuk mengantisipasi wisatawan yang nekat mendekati laut. “Kami mengimbau kepada para wisatawan melalui teman-teman yang ada di lapangan, termasuk Pokdarwis dan relawan, untuk terus memantau dan mengawal wisatawan,” ujarnya.
Edi menegaskan wisatawan masih diperbolehkan menikmati suasana di Pantai Dewaruci Jatimalang dan sejumlah pantai lainnya. Namun, pengunjung dilarang turun ke laut maupun bermain di bibir pantai karena kondisi gelombang masih berbahaya.
“Nelayan saja tidak berani melaut karena kondisi seperti ini. Apalagi orang awam yang tidak memahami karakteristik Laut Selatan,” katanya.
Selain Pantai Dewaruci Jatimalang, pengawasan juga diperketat di Pantai Jatikontal, Roro Inten, Jetis, Ketawang, dan Kertojayan. Pengelola diminta memastikan pengunjung mendapatkan informasi mengenai kondisi gelombang dan tidak melakukan aktivitas mandi atau bermain di laut.
Edi juga menyampaikan sejumlah imbauan keselamatan, antara lain memantau prakiraan cuaca resmi BMKG sebelum melakukan aktivitas di laut, menunda melaut ketika gelombang membahayakan, serta memastikan kapal, mesin, dan perlengkapan keselamatan dalam kondisi siap.
Wisatawan juga diminta tidak mendekati garis pantai ketika gelombang tinggi dan segera menjauh apabila gelombang tiba-tiba meningkat. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah kecelakaan akibat gelombang selatan yang sulit diprediksi secara kasatmata.
Selain ancaman gelombang tinggi, Dinporapar Purworejo mengingatkan wisatawan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau. Pengunjung diminta tidak menyalakan api sembarangan dan tidak membuang sampah di kawasan wisata.
“Kami terus meng-update laporan dari BMKG. Jadi jangan sampai kita terlena dalam pengamanan dan pengawasan wisatawan,” ucap Edi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....