Pemprov Jateng Salurkan 181 Kursi Roda Adaptif, Bantu Anak Difabel Lebih Mandiri

  • 13 Agt 2026 14:39 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Sebanyak 181 anak penyandang disabilitas di Jawa Tengah menerima kursi roda adaptif yang dirancang khusus sesuai kebutuhan dan postur tubuh masing-masing.
  • Penyerahan bantuan dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi sebagai bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah pada 13 Agustus 2026.
  • Bantuan kursi roda adaptif diharapkan dapat meningkatkan kemandirian dan mempermudah aktivitas sehari-hari para penerima manfaat.

RRI.CO.ID, Semarang - Sebanyak 181 anak penyandang disabilitas di Jawa Tengah mendapatkan kursi roda adaptif yang dirancang sesuai kebutuhan dan postur tubuh masing-masing. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemandirian sekaligus mempermudah aktivitas sehari-hari para penerima.

Penyerahan bantuan dilakukan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi dalam kegiatan bakti sosial memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah, Kamis, 13 Agustus 2026. Suasana haru mewarnai kegiatan saat para orang tua melihat anak-anak mereka mencoba kursi roda yang telah disesuaikan secara khusus.

Bagi keluarga penerima, bantuan tersebut bukan sekadar alat bantu mobilitas. Kursi roda adaptif menjadi sarana yang membantu anak-anak duduk lebih nyaman, belajar, bermain, hingga berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Salah satu penerima bantuan, Sulistyowati, mengaku bersyukur karena anaknya memperoleh kursi roda yang dibuat berdasarkan hasil pengukuran tubuh. Menurutnya, alat bantu tersebut dapat menopang tubuh anak dengan lebih baik dibanding kursi roda biasa.

“Harapan saya, tulang anak saya yang semula menekuk bisa menjadi lebih lurus. Dia memang membutuhkan kursi seperti ini,” ujarnya.

Ahmad Luthfi mengatakan penyandang disabilitas harus memperoleh kesempatan dan akses yang sama dalam kehidupan sosial. Dukungan yang tepat akan membantu mereka tumbuh lebih percaya diri serta mampu mengembangkan potensi yang dimiliki.

“Tidak ada manusia yang lahir dalam kondisi yang sama. Karena itu, mereka harus kita perlakukan sama dengan kita, sehingga mereka lebih berdaya guna, memiliki daya saing, dan semakin percaya diri,” kata Luthfi.

Saat berdialog dengan para orang tua, Luthfi juga memberikan motivasi agar tetap kuat dan sabar dalam mendampingi anak-anak mereka. Ia mengaku memahami tantangan yang dihadapi keluarga penyandang disabilitas karena pernah mengalami situasi serupa.

“Yang sabar dan kuat, ya. ini titipan Allah untuk kita. Saya tahu ini tidak mudah karena saya juga pernah mengalami,” tuturnya.

Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah, Imam Maskur menjelaskan, kursi roda adaptif diberikan melalui proses yang tidak sederhana. Setiap anak harus menjalani pengukuran, pengepasan, dan perakitan agar alat bantu benar-benar sesuai dengan kondisi tubuhnya.

Sebagian besar penerima merupakan anak dengan cerebral palsy yang membutuhkan penyangga tubuh khusus. Karena itu, kursi roda adaptif menjadi alat penting untuk membantu aktivitas sehari-hari sekaligus mendukung terapi jangka panjang.

Dari total 181 unit yang disalurkan, sebanyak 61 kursi roda diberikan kepada penerima di wilayah Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Demak. Sementara 120 unit lainnya diserahkan kepada penerima di Aula Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah.

Selain kursi roda adaptif, Pemprov Jateng juga menyalurkan bantuan alat bantu kaki dan tangan palsu bagi 50 penyandang disabilitas. Program tersebut masih berada pada tahap pengukuran sebelum alat bantu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing penerima.

Pengadaan kursi roda adaptif merupakan hasil kolaborasi Pemprov Jateng dengan Global Village Foundation Bali dan Wheelchairs For Kids Australia. Kerja sama tersebut memungkinkan setiap kursi roda dirancang secara personal sesuai kondisi anak yang menerimanya.

Pemprov Jateng juga memastikan pendampingan berlanjut setelah bantuan diserahkan. Dinas Kesehatan, tenaga kesehatan, dan terapis akan membantu keluarga agar terapi dan perawatan dapat dilakukan secara rutin di rumah.

Melalui program tersebut, pemerintah tidak hanya memberikan alat bantu, tetapi juga membangun sistem dukungan bagi penyandang disabilitas dan keluarganya. Harapannya, anak-anak penerima manfaat dapat menjalani kehidupan yang lebih mandiri, aktif, dan produktif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....