Status Awas Kekeringan Melanda 14 Daerah, Jateng Siapkan Modifikasi Cuaca
- 25 Agt 2026 19:00 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan langkah cepat menghadapi ancaman kekeringan yang semakin meluas setelah 14 daerah ditetapkan berstatus Awas kekeringan meteorologis. Salah satu upaya yang didorong adalah pelaksanaan modifikasi cuaca untuk menambah potensi hujan dan mengurangi dampak kekeringan hingga akhir musim kemarau.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, modifikasi cuaca menjadi opsi yang tengah disiapkan menyusul prakiraan cuaca kering yang masih berlangsung hingga September 2026. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi risiko kekeringan panjang yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah.
“Dengan harapan ini bisa mengurangi kekeringan panjang di tahun ini,” kata Taj Yasin usai memberikan mauidhah hasanah pada acara Dzikro Maulidurrosul Muhammad SAW di Ponpes Ar Roudloh Babadan, Limpung, Batang, Selasa 25 Agustus 2026.
Daerah berstatus awas yang ditetapkan BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah itu meliputi Demak, Kudus, Grobogan, Jepara, Pati, Rembang, Blora, Sragen, Karanganyar, Purworejo, Klaten, Magelang, Cilacap, dan Wonogiri. Adapun, seluruh wilayah Jawa Tengah juga diprediksi masih berpotensi mengalami curah hujan rendah hingga akhir September 2026.
Selain langkah darurat, Pemprov Jateng juga menyoroti pentingnya pembenahan tata kelola air untuk menghadapi ancaman kekeringan jangka panjang. Taj Yasin menilai pembangunan yang minim area resapan menjadi salah satu faktor yang memperparah berkurangnya cadangan air tanah.
Menurutnya, pembangunan permukiman perlu dirancang lebih ramah lingkungan dengan menjaga pori-pori tanah tetap berfungsi menyerap air hujan. Keberadaan sumur resapan dan sumur biopori juga perlu diperbanyak agar air tidak langsung terbuang ke saluran drainase.
“Ini peringatan buat kita bahwa ke depan kita harus membenahi infrastruktur tanah kita. Pori-porinya harus diperhatikan,” ujarnya.
Di sisi lain, Pemprov Jawa Tengah telah menyiagakan armada truk tangki melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak. Langkah tersebut dilakukan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.
Koordinasi juga terus diperkuat bersama pemerintah kabupaten dan kota untuk memetakan wilayah rawan serta memastikan ketersediaan air layak konsumsi. Dengan kombinasi penanganan darurat dan langkah mitigasi jangka panjang, Pemprov Jateng berupaya menekan dampak kekeringan yang diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa pekan ke depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....