Jalan Penghubung Toso-Kluwih Rampung, Akses Warga Makin Mudah
- 13 Agt 2026 13:10 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Batang - Jalan penghubung Desa Toso dan Desa Kluwih, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, kini bisa dimanfaatkan warga setelah rampung dibangun melalui program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung III. Jalan sepanjang 560 meter tersebut diharapkan memperlancar aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga akses sosial masyarakat di kedua desa.
Peresmian jalan dilakukan Dandim 0736/Batang Letkol Inf Didik Sudarmawan bersama Wakil Bupati Batang Suyono, Kamis, 13 Agustus 2026. Pembangunan berlangsung selama 30 hari dengan melibatkan anggota TNI, Polri, dan masyarakat setempat.
Jalan penghubung tersebut memiliki panjang 560 meter, lebar tiga meter, dan ketebalan beton 12 sentimeter. Sebelumnya, akses tersebut masih berupa jalan berbatu dan cukup sulit dilalui warga, terutama ketika digunakan untuk aktivitas pertanian dan perkebunan.
Dandim Batang Letkol Inf Didik Sudarmawan mengatakan pembangunan jalan merupakan hasil sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat. Infrastruktur tersebut kini memberikan kemudahan bagi warga yang mayoritas bekerja sebagai petani.
“Sekarang masyarakat jadi lebih mudah menuju akses perkebunan dan pertanian. Mayoritas bermata pencaharian sebagai petani,” ujar Didik.
Selain mendukung aktivitas pertanian, keberadaan jalan tersebut juga mempermudah pelajar menuju lembaga pendidikan. Distribusi hasil bumi dari lahan pertanian menuju lokasi pemasaran juga diharapkan menjadi lebih cepat dan efisien.
“Sebelumnya jalan ini berbatu dan sulit dilalui, sekarang lebih mudah dilewati warga. Tentu masyarakat senang sekali jalannya lebih baik,” katanya.
Wakil Bupati Batang, Suyono mengapresiasi pembangunan jalan penghubung Toso-Kluwih karena memberikan dampak langsung terhadap mobilitas masyarakat. Menurutnya, akses yang lebih baik akan membantu memperlancar berbagai aktivitas, mulai dari pendidikan, kesehatan hingga perekonomian.
“Terima kasih kepada anggota TNI/Polri yang sudah membangun jalan penghubung ini, sehingga mempermudah akses perekonomian warga Toso dan Kluwih. Akses kesehatan, pendidikan, perekonomian makin mudah, sehingga ke depan kesejahteraan masyarakat makin baik,” ungkap Suyono.
Suyono juga menyoroti keterlibatan generasi Z dalam berbagai kegiatan pembangunan selama pelaksanaan TMMD. Menurutnya, pengalaman tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi generasi muda untuk memahami proses pembangunan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
“Ini suatu pembelajaran bagi generasi Z. Tentang membangun bangsa, menjaga negara dan berproses menuju sukses lewat melihat langsung proses membangun infrastruktur dan lainnya untuk menyiapkan diri sebagai calon pemimpin,” ucapnya.
Salah seorang warga Desa Toso, Raumi, mengaku bersyukur dengan selesainya pembangunan jalan tersebut. Menurutnya, kondisi jalan yang sebelumnya tidak rata membuat warga membutuhkan waktu lebih dari 30 menit untuk menempuh perjalanan menuju Kluwih.
“Warga kami dulu susah kalau lewat jalan penghubung ke Kluwih, sekarang lebih mudah karena sudah pakai beton jadi lebih kuat. Terima kasih Pak Tentara, sudah bikin bagus jalan desa kami,” katanya.
Dengan selesainya pembangunan tersebut, jalan Toso-Kluwih kini menjadi akses alternatif yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat. Infrastruktur tersebut diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua desa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....