Jalan Penghubung Sukolilo-Kayen Rusak Bertahun-tahun, Warga Tagih Janji Perbaikan

  • 18 Jun 2026 09:38 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Tagih Janji Perbaikan Jalan Desa Tompegunung

RRI.CO.ID, Pati – Warga Kecamatan Sukolilo kembali menagih janji perbaikan jalan penghubung Desa Tompegunung menuju Kecamatan Kayen yang telah lama mengalami kerusakan. Infrastruktur vital tersebut dinilai menghambat aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga akses pelayanan kesehatan masyarakat.

Sekitar 60 warga mendatangi Kantor Bupati Pati untuk menyampaikan aspirasi terkait kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki. Mereka mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata karena kerusakan jalan dinilai membahayakan keselamatan pengguna.

Koordinator aksi, Nardi, mengatakan ruas jalan sepanjang sekitar tiga kilometer itu merupakan akses utama masyarakat lintas wilayah. "Kami datang meminta jalan dibangun karena menjadi akses ekonomi, sekolah, pasar, dan rumah sakit warga," ujarnya, Rabu, 17 Juni 2026.

Menurut Nardi, kerusakan jalan telah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa penanganan permanen. Upaya perbaikan tambal sulam yang dilakukan sebelumnya dinilai tidak efektif karena kerusakan kembali muncul dalam waktu singkat.

Kondisi jalan semakin parah saat musim hujan karena banyak lubang tertutup genangan air. Permukaan jalan yang licin juga meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengendara yang melintas.

Keluhan serupa disampaikan Ana, seorang pelajar yang setiap hari menggunakan jalan tersebut untuk berangkat ke sekolah. "Saya sering terlambat sekolah karena jalannya rusak dan sulit dilewati terutama saat hujan turun," katanya.

Dalam audiensi tersebut, warga bertemu dengan perwakilan pemerintah daerah yang menyampaikan rencana survei lapangan pada pekan ini. Hasil survei nantinya akan menjadi dasar pembahasan usulan pembangunan jalan melalui anggaran perubahan dengan nilai sekitar Rp3 miliar.

Meski demikian, warga berharap pemerintah tidak berhenti pada tahap survei semata. Mereka meminta pembangunan dilakukan menggunakan konstruksi rabat beton agar jalan lebih awet dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Sementara itu, sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Pati tidak memberikan keterangan kepada awak media usai pertemuan. Kondisi tersebut membuat warga mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam merespons keluhan masyarakat terkait infrastruktur dasar.

Warga berharap pembangunan jalan segera direalisasikan agar aktivitas masyarakat kembali lancar. Perbaikan jalan juga dinilai penting untuk meningkatkan keselamatan dan produktivitas warga yang selama ini terdampak kerusakan infrastruktur tersebut. (APB)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....