Semarang Zoo Peringati Hari Gajah Sedunia, Zella Jadi Pusat Perhatian Pengunjung
- 13 Agt 2026 11:25 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Semarang Zoo memperingati Hari Gajah Sedunia atau World Elephant Day 2026 dengan menghadirkan gajah Sumatera bernama Zella sebagai bagian dari kegiatan edukasi konservasi. Peringatan tersebut diisi dengan foto bersama Zella dan tumpengan buah di Semarang Zoo, Rabu, 12 Agustus 2026.
Direktur Semarang Zoo, Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso, mengatakan peringatan Hari Gajah Sedunia menjadi momentum untuk mengajak masyarakat melihat gajah bukan sekadar satwa yang menarik untuk disaksikan. Menurutnya, gajah merupakan bagian penting dari kekayaan alam Indonesia yang keberadaannya perlu dijaga.
“Gajah Sumatra ini merupakan salah satu dari sekian banyak keanekaragaman hayati di Indonesia yang harus dijaga kelestariannya. Jangan sampai generasi mendatang hanya melihat foto dan videonya saja,” ucap Bimo.
Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) merupakan salah satu satwa endemik Indonesia yang menghadapi berbagai tekanan di habitat alaminya. Penyusutan dan fragmentasi habitat, konflik manusia dan satwa, serta berbagai ancaman terhadap populasi liar membuat upaya pelestariannya membutuhkan perhatian banyak pihak.
Bimo mengatakan menjaga gajah tidak cukup hanya dengan melindungi satwanya. Kelestarian habitat, ekosistem, dan ruang hidup juga menjadi bagian penting untuk memastikan gajah Sumatera dapat terus bertahan.
Ia mengapresiasi masyarakat Kota Semarang, pengunjung, dan para pecinta satwa yang selama ini turut memberikan perhatian terhadap keberadaan dan perkembangan satwa di Semarang Zoo. Menurutnya, kepedulian publik menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran konservasi.
Kebun binatang, lanjut Bimo, tidak hanya memiliki fungsi rekreasi, tetapi juga berperan dalam edukasi, pengenalan satwa, dan peningkatan kepedulian masyarakat terhadap keanekaragaman hayati. “Melalui peringatan Hari Gajah Sedunia, Semarang Zoo ingin menegaskan bahwa konservasi adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Zella menjadi salah satu daya tarik dalam peringatan tersebut karena gajah betina itu dikenal cukup terlatih dan mampu melukis untuk menghibur pengunjung. Semarang Zoo juga berharap Zella nantinya dapat berjodoh dengan salah satu dari dua gajah jantan yang berada di kawasan konservasi tersebut.
Semarang Zoo mengajak masyarakat menjadikan Hari Gajah Sedunia sebagai pengingat bahwa masa depan gajah Sumatera tidak hanya ditentukan oleh upaya konservasi di lembaga atau kawasan tertentu. Pilihan dan kepedulian manusia dalam kehidupan sehari-hari juga turut menentukan keberlangsungan satwa liar.
Bimo berharap semakin banyak masyarakat mengenal, memahami, dan menghargai satwa liar sehingga dukungan terhadap upaya konservasi semakin kuat. Kesadaran tersebut diharapkan tidak hanya muncul saat peringatan Hari Gajah Sedunia, tetapi menjadi bagian dari perilaku masyarakat sehari-hari.
“Semarang Zoo ini kami harapkan menjadi ruang untuk belajar mengenal dan menyayangi satwa, salah satunya gajah. Kami mengajak seluruh pengunjung untuk merawat rasa peduli tersebut agar tidak berhenti pada satu hari peringatan, tetapi terus tumbuh menjadi kesadaran konservasi yang dilakukan setiap hari,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....