Puncak Musim Kemarau, Perhutani Telawa Perketat Patroli Pencegahan Karhutla
- 13 Agt 2026 08:27 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Boyolali — Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Telawa memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau. Upaya tersebut dilakukan dengan meningkatkan pengawasan, patroli, serta koordinasi bersama aparat dan pihak terkait di kawasan hutan.
Kesiapsiagaan itu ditandai dengan Apel Siaga Pengendalian karhutla Tahun 2026 di lapangan Petak 36, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kedungjati, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kedungcumpleng, Desa Ngaren, Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali, Rabu, 12 Agustus 2026. Apel tersebut juga diisi simulasi pemadaman kebakaran hutan menggunakan peralatan sederhana sebagai bagian dari kesiapan menghadapi kebakaran sejak dini.
Administratur KPH Telawa, Titus Aryanto, mengatakan peningkatan kewaspadaan diperlukan mengingat kondisi musim kemarau yang cukup ekstrem. Menurutnya, pencegahan karhutla membutuhkan sinergi, komunikasi, patroli rutin, kewaspadaan dini, dan respons cepat antarlembaga.
“Apel siaga ini bukan sekadar seremonial, melainkan merupakan bentuk komitmen kita bersama untuk menjaga hutan tetap lestari dan bebas dari kebakaran. Sinergi dan komunikasi dengan berbagai pihak diantara jajaran Polri, TNI, stakeholder yang terkait merupakan kunci utama dalam pencegahan karhutla,” ujarnya.
Ia menegaskan, karhutla bukan hanya menjadi tugas Perhutani, melainkan tugas kita bersama. Musim kemarau tahun ini berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.
“Seluruh jajaran diminta meningkatkan kewaspadaan, memperketat pengawasan di titik-titik rawan. Menjaga hutan dari karhutla merupakan bentuk pengamanan aset negara,” katanya.
Selain memperketat pengawasan, Perhutani mengimbau masyarakat maupun pihak yang memanfaatkan kawasan hutan tanpa izin untuk menghentikan aktivitas dan meninggalkan kawasan tersebut. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kelestarian hutan sekaligus mengurangi potensi gangguan yang dapat memicu kebakaran.
Sementara itu, Kapolsek Juwangi AKP Aris Sunandar, S.I.P, mengatakan kepolisian siap memperkuat sinergi dengan Perhutani dan aparat terkait dalam pencegahan maupun penanganan karhutla. Ia juga mengajak masyarakat segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran di kawasan hutan.
“Kami jajaran Polri siap bersinergi dengan Perhutani dan aparat terkait dalam penanganan dan pencegahan karhutla. Tugas kami antara lain melakukan patroli, memberikan sosialisasi kepada warga penggarap hutan dalam pembersihan lahan garapan untuk tidak membakar serasah, serta melakukan pemadaman awal apabila ditemukan titik api,” katanya.
Ia mengatakan, pemadaman api bisa menggunakan peralatan seadanya untuk penanganan secara dini. “Hutan yang lestari juga akan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Penguatan kesiapsiagaan tersebut diharapkan mampu mempercepat penanganan apabila muncul titik api sekaligus menekan risiko meluasnya kebakaran. Perhutani KPH Telawa bersama aparat dan masyarakat terus mendorong pencegahan karhutla agar kawasan hutan tetap aman, lestari, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan serta masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....