Musim Kemarau, PDAM Kota Semarang Imbau Warga di Wilayah Timur Hemat Air

  • 27 Agt 2026 15:40 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Kota Semarang mengimbau masyarakat di wilayah pelayanan Semarang Timur untuk menghemat penggunaan air. Hal itu menyusul menurunnya ketersediaan sumber air baku di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kudu yang terjadi pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Kepala Humas Perumda Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang, Charisma Mayangsari menjelaskan penurunan ketersediaan air baku tersebut terjadi sebagai dampak musim kemarau. Kondisi ini berpengaruh terhadap proses produksi sekaligus pendistribusian air minum kepada pelanggan di sejumlah wilayah Semarang Timur.

"Kami meminta masyarakat menggunakan air secara bijak. Menyesuaikan pemakaian dengan kebutuhan sehari-hari," katanya, Kamis, 27 Agustus 2026.

Pelanggan juga diimbau menampung air secukupnya ketika aliran masih tersedia. Langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi apabila terjadi gangguan pelayanan, mulai dari debit air yang mengecil hingga aliran air tidak mengalir.

Mayang menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas kemungkinan gangguan pelayanan yang terjadi. Petugas terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga proses produksi serta mengoptimalkan pendistribusian air agar kondisi pelayanan kepada pelanggan dapat berangsur membaik.

Bagi pelanggan yang membutuhkan informasi lebih lanjut maupun bantuan air tangki, dapat menghubungi Call Center Tirta Moedal 24 jam di 0800 1503 888 atau melalui WhatsApp +62 811-2680-060. "Kami mengajak masyarakat Kota Semarang bersama-sama menghemat dan menggunakan air secara bijak, khususnya selama musim kemarau, demi menjaga keberlanjutan pelayanan air minum bagi masyarakat," ujarnya.

Ia menjelaskan, sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Bukit Kencana Jaya, Bukit Sendangmulyo, Rowosari, Meteseh, Kebontaman, Kedungmundu, Sendangguo, Gayamsari Selatan, Kinibalu, Karanggawang, Plamongan Sari, Plamongan Indah, serta Penggaron. Selain itu, juga wilayah Pedurungan Majapahit, Fatmawati, Klipang, Ketileng, Jomblang, Tentara Pelajar, Peterongan, Tanah Putih, Wahidin, serta Singotoro.

Wilayah lainnya, yakni Kaligawe, Padi, Kapas, Tenggang, Cilosari, Sendang Indah, Masjid Terboyo, Pengapon, Raden Patah, Industri Kaligawe, Purnosari, Pasar Kobong, Genuk, Trimulyo, Widuri, Dongbiru, Karangroto, Kudu, Syuhada, Woltermonginsidi, Muktiharjo, Tlogosari, Tlogomulyo, serta Pedurungan Lor. Wilayah Palebon, Soekarno Hatta, Citarum, Progo, Pelabuhan, Ronggowarsito, Depo Indah, Kebonharjo, Spoorland dan sekitarnya juga masuk dalam wilayah yang berpotensi mengalami dampak musim kemarau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....