PKK Kudus Belajar dari Batang, Sulap Minyak Jelantah Jadi Cuan

  • 12 Agt 2026 15:39 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Batang - Kesuksesan program pengumpulan minyak jelantah untuk diolah menjadi bahan bakar avtur, ternyata menarik perhatian Tim Penggerak PKK Kabupaten Kudus, hingga melakukan kunjungan studi tiru ke Kabupaten Batang. Kesuksesan pengumpulan minyak jelantah hingga berbuah jadi rupiah ini telah memberdayakan kader PKK maupun masyarakat luas.

Ketua Tim Penggerak PKK Batang, Faelasufa Faiz Kurniawan mengajak rombongan Tim Penggerak PKK Kabupaten Kudus untuk menyaksikan langsung proses pengumpulan dan pengolahan minyak jelantah ke Desa Sambong. "Selain letaknya paling strategis, juga dinilai salah satu paling aktif dalam pengumpulan limbah minyak jelantah, hingga 200 liter per bulannya," ujarnya saat ditemui Kelurahan Sambong, Kabupaten Batang, Rabu, 12 Agustus 2026.

Diakuinya, meski telah mencapai nominal hingga Rp200 juta, masih terdapat sedikit kendala dalam kuantitas pengumpulan minyak jelantah di tingkat desa. "Program kami ini kan baru setahun, jadi wajar kalau ada beberapa desa yang belum maksimal dalam pengumpulan jelantah," ujarnya.

Ia menjelaskan, memotivasi masyarakat untuk mengumpulkan minyak jelantah menjadi tantangan terbesar dalam program ini. "Kami pun bekerja sama dengan pemangku kebijakan termasuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), maupun warung-warung di seluruh desa, untuk memenuhinya," ucapnya.

Sementara, Ketua Tim Penggerak PKK Kudus, Endhah Endhayani membenarkan kunjungannya ke Batang untuk belajar dan mengadopsi kesuksesan dalam pengelolaan limbah minyak jelantah hingga menghasilkan pundi-pundi rupiah. "Setelah melihat langsung proses pengumpulan hingga pengolahannya, ilmunya bisa kami aplikasikan ke Kudus," ujarnya.

Hingga saat ini Tim Penggerak PKK Kudus masih dalam tahap belajar langsung dari Batang, untuk sepenuhnya diadopsi ke masyarakat. "Sebetulnya dari bahan yang ada di sekitar kita, bahkan sangat sederhana, tapi berkat pola pengolahan dan pengelolaan yang tepat, bisa jadi barang berharga bahkan menghasilkan cuan," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Kudus bersama rombongan menyempatkan diri untuk meninjau stan UMKM binaan Tim Penggerak PKK Batang. "Wah ternyata semuanya ada, sama seperti di Kudus, mulai batik, jamu dan lainnya, cuma yang menarik nasi dari beras Porang yang coba kami adopsi cara menanamnya," ucap Endhah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....