Skrining Mata, Rotary Siap Bantu Kebutuhan Kacamata Bagi Ratusan Siswa SD di Kudus
- 01 Sep 2026 14:04 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kudus - Program pemberian kacamata gratis bagi anak-anak di Kabupaten Kudus menunjukkan fakta yang cukup mengejutkan. Dari hasil skrining dan pelatihan guru, ditemukan sekitar 400 anak yang membutuhkan bantuan kacamata untuk menunjang aktivitas belajar.
Program tersebut merupakan bagian dari dukungan Global Grant Rotary District 3420 Rotary Indonesia yang telah disetujui. Bantuan awal yang direncanakan sebanyak 100 kacamata bahkan ditingkatkan menjadi 250 kacamata setelah ditemukan banyak anak yang mengalami gangguan penglihatan.
District Governor (DG) Rotary International District 3420, I Wayan Adnyana mengatakan, pemberian kacamata tidak sekadar bantuan kesehatan. Akan tetapi, juga diharapkan berdampak terhadap proses pendidikan dan literasi anak.
“Dengan diberikannya anak-anak kacamata, sudah barang tentu anak-anak akan lebih bijak untuk melakukan kegiatan. Khususnya dalam proses belajar-belajar yang ada hubungan dengan literasi,” ujar I Wayan Adnyana saat ditemui di Puskesmas Wergu Wetan Kudus, Selasa, 1 September 2026.
Program ini diawali dengan memberikan pelatihan kepada para guru yang diharapkan mampu mengenali anak-anak yang mengalami gangguan penglihatan dan membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. “Karena terlalu banyaknya sekolah maka kita berikan training dulu kepada Bapak Ibu Guru sehingga nanti Bapak Ibu Guru inilah yang akan mencari anak-anak yang betul-betul memerlukan kacamata,” ujarnya.
Menurutnya, edukasi menjadi bagian penting dalam program tersebut. Sebab, masih terdapat anak yang mengalami kesulitan membaca bukan karena persoalan kemampuan belajar, melainkan akibat gangguan penglihatan yang belum terdeteksi.
Dalam pelaksanaan awal di wilayah Puskesmas Wergu Wetan, sebanyak 50 guru mendapatkan pelatihan. Dari proses tersebut kemudian teridentifikasi sekitar 400 anak yang seharusnya mendapatkan kacamata.
“Rencananya hanya 100 kacamata. Karena tadi ternyata ditemukan dari wilayah kota, di wilayah Puskesmas Wergu, setelah dilakukan pelatihan ke 50 guru ternyata ditemukan 400 anak yang harusnya mendapatkan kacamata, bersamaan dengan itu dari Rotary dinaikkan, sekarang 250 kacamata,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, dr. Abdul Hakam mewakili Pemkab Kudus menyambut baik program tersebut. Dia menyebut pemeriksaan mata dalam kegiatan itu menjadi bentuk intervensi kesehatan yang penting bagi anak. Pasalnya, dalam pemeriksaan ditemukan anak dengan gangguan penglihatan hingga mencapai minus 3.
“Kita juga tadi kaget, ada anak dicek untuk kesehatan matanya, langsung ternyata mereka itu ada yang minus 3. Ini sangat-sangat kita harus perhatikan,” ujarnya.
Menurutnya, persoalan kesehatan mata anak tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada guru. Orang tua juga memiliki peran penting untuk mengawasi kesehatan anak dan melakukan deteksi sejak dini.
Ia juga mengapresiasi dukungan CSR dan kegiatan bakti sosial Rotary di tengah keterbatasan anggaran pemerintah daerah. “Anggaran di Kabupaten Kudus relatif terbatas, maka hal-hal yang berhubungan dengan CSR ataupun kegiatan bakti sosial dari Rotary, ini sangat kita apresiasi, ini termasuk inovasi yang pertama,” ujarnya.
Program tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemberian 250 kacamata. Jika sekolah-sekolah lain melakukan skrining serupa, kolaborasi dengan Rotary District 3420 masih dapat dilanjutkan karena dukungan Global Grant memungkinkan program dilakukan secara berkesinambungan. (RK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....