Sensus Ekonomi Semarang Capai 71 Persen, DPRD Soroti Pendataan Pelaku Usaha Besar
- 12 Agt 2026 08:14 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Joko Widodo, menilai pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 masih perlu terus didorong agar seluruh pelaku usaha tercatat secara optimal. Hal itu menyusul capaian pendataan di Kota Semarang yang disebut telah mencapai 71 persen, sementara pendataan usaha besar baru sekitar 40 persen.
Menurut Joko, capaian tersebut menunjukkan masyarakat cukup kooperatif dalam mendukung pelaksanaan sensus ekonomi di Kota Semarang. Namun, masih adanya pelaku usaha yang belum terdata perlu menjadi perhatian agar gambaran perekonomian daerah dapat diperoleh secara lebih lengkap.
Ia mengatakan sensus ekonomi tidak sekadar berkaitan dengan kebutuhan statistik, tetapi menjadi sumber data penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan ekonomi. Data tersebut terutama dibutuhkan untuk memahami pelaku usaha, lokasi usaha, potensi, serta berbagai persoalan yang mereka hadapi.
“Ini bukan sekedar urusan statistik ya. Ini adalah data yang penting yang dibutuhkan oleh pemerintah untuk menyusun kebijakan-kebijakan yang terkait dengan ekonomi,” ujarnya dalam Dialog Semarang Menyapa Pro 1 RRI Semarang, Selasa, 11 Agustus 2026.
Joko menilai penyelesaian pendataan menjadi penting karena hasil sensus nantinya dapat membantu pemerintah menentukan sektor ekonomi yang memiliki potensi besar maupun sektor yang masih membutuhkan penguatan. Dengan data yang lebih akurat, program pemerintah dapat diarahkan sesuai kondisi riil pelaku usaha di masing-masing wilayah.
Khusus bagi UMKM dan IKM, data tersebut dapat menjadi dasar penyusunan program pelatihan, pendampingan, akses permodalan, hingga promosi. Menurut Joko, empat bentuk intervensi tersebut akan lebih tepat sasaran apabila pemerintah memiliki data akurat mengenai kondisi pelaku ekonomi di Kota Semarang.
Di sisi lain, Joko mengimbau pelaku usaha tidak khawatir memberikan informasi kepada petugas sensus karena data tersebut dilindungi ketentuan kerahasiaan. Ia juga menegaskan pendataan sensus ekonomi tidak berkaitan dengan kewajiban perpajakan para pelaku usaha.
Joko mengajak seluruh pelaku usaha di Kota Semarang ikut menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 dengan memastikan usahanya tercatat dan informasi yang diberikan benar. Menurutnya, kelengkapan data akan membantu pemerintah mengelola potensi ekonomi Semarang yang besar sekaligus menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....