Kanjeng Raden Aryo Raih RRI Awards 2026 atas Dedikasi Lestarikan Pedalangan
- 11 Sep 2026 16:32 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Di usia 80 tahun, Kanjeng Raden Aryo Ribut Carita Nagara masih aktif melestarikan seni pedalangan dan mengajarkan budaya kepada generasi penerus. Dedikasinya selama puluhan tahun dalam menjaga dan mewariskan seni budaya daerah mendapat apresiasi melalui RRI Awards 2026 dalam rangka HUT ke-81 Radio Republik Indonesia (RRI).
Kanjeng Raden Aryo Ribut Carita Nagara mengatakan, dirinya telah berkecimpung dalam dunia seni dan budaya, khususnya pedalangan, sejak 1968. Hingga kini, ia tetap aktif berkesenian dan mengajar di sejumlah sanggar meski usianya telah mencapai 80 tahun.
“Saya ini sudah umur 80 tahun sekarang sampai saat ini. Tapi saya masih melestarikan budaya. Saya masih menjaga perdalangan, mengajar di sanggar-sanggar. Saya laksanakan,” ujarnya seusai menerima penghargaan RRI Awards 2026 di Auditorium RRI Semarang, Jumat 11 September 2026.
Menurutnya, keberlangsungan seni pedalangan dan kebudayaan sangat bergantung pada adanya generasi penerus. Karena itu, ilmu dan pengalaman yang dimilikinya selama puluhan tahun terus dibagikan kepada generasi muda melalui kegiatan berkesenian dan pembelajaran di sanggar.
Keinginan untuk terus mewariskan ilmu tersebut membuatnya berharap tetap diberikan kesehatan dan kesempatan untuk berkarya. Ia ingin selama masih mampu terus mengajarkan pedalangan dan kebudayaan kepada generasi berikutnya.
“Saya minta doa restu sama budayawan semua. Semoga saya masih bisa hidup, saya bisa masih mencarkan ilmu saya kepada budayawan,” ujarnya.
Upaya melestarikan dan menyebarkan budaya juga dilakukannya melalui berbagai kegiatan kebudayaan di RRI Semarang sejak 2011. Keterlibatan tersebut menjadi salah satu ruang baginya untuk terus mengenalkan seni pedalangan sekaligus berbagi pengetahuan budaya kepada masyarakat.
Penghargaan RRI Awards 2026 pun menjadi bentuk apresiasi atas pengabdian panjangnya dalam menjaga eksistensi seni pedalangan. Namun, penghargaan tersebut tidak membuatnya berhenti berkarya dan membagikan ilmu yang dimilikinya.
Ia menilai, ilmu pedalangan dan kebudayaan yang telah dipelajari selama puluhan tahun harus terus diwariskan kepada generasi penerus. Menurutnya, keberadaan generasi muda menjadi kunci agar seni tradisi tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.(aurel /mg)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....