Kemerdekaan, Jateng Siap Bersih-Bersih Sampah hingga Edukasi

  • 12 Agt 2026 00:44 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Semangat peringatan Hari Kemerdekaan RI tahun ini akan diwarnai gerakan peduli lingkungan di Jawa Tengah. Melalui rangkaian World Cleanup Day (WCD) 2026, ribuan relawan disiapkan untuk melakukan aksi bersih-bersih sampah sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan sampah berkelanjutan.

Leader World Cleanup Day Jawa Tengah, Septiany Punti Dewi, mengatakan rangkaian kegiatan WCD tahun kedelapan akan berlangsung mulai 17 Agustus hingga 28 Oktober 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema Bebersih Pemuda-Pemudi untuk Memerdekakan Sampah.

Momentum kemerdekaan dipilih untuk memperkuat gerakan kolektif dalam mengatasi persoalan sampah di lingkungan sekitar. Selain aksi bersih-bersih, kegiatan juga diarahkan untuk membangun kesadaran masyarakat agar lebih bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan.

Menurut Septiany, World Cleanup Day merupakan gerakan global yang dilaksanakan di lebih dari 200 negara dan Indonesia menjadi salah satu bagian di dalamnya. Jawa Tengah bahkan secara konsisten mencatatkan jumlah relawan terbanyak dalam pelaksanaan gerakan tersebut.

"World Cleanup Day dilaksanakan di lebih dari 200 negara dan Indonesia menjadi salah satunya. Kebetulan tahun ini merupakan tahun kedelapan. Alhamdulillah, Jawa Tengah selalu mendapatkan peringkat pertama untuk jumlah relawan terbanyak," katanya usai audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, Selasa 11 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, tingginya partisipasi masyarakat menjadi modal penting untuk memperluas gerakan pengelolaan sampah di Jawa Tengah. Dukungan pemerintah, komunitas, relawan, dan berbagai elemen masyarakat turut memperkuat keberhasilan program tersebut.

Septiany menegaskan bahwa World Cleanup Day tidak hanya berfokus pada kegiatan bersih-bersih yang berlangsung dalam satu hari. Gerakan tersebut juga diisi dengan berbagai program pendampingan dan edukasi di kampus, sekolah, hingga desa-desa.

"Kami berharap kegiatan ini menjadi pemantik. Mungkin orang melihat World Cleanup Day hanya sebagai kegiatan satu hari, tapi yang sudah kami lakukan lebih dari itu. Kami juga melakukan pendampingan dan edukasi ke kampus, sekolah, serta desa-desa," ujarnya.

Program edukasi tersebut bertujuan membangun perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya. Dengan demikian, penanganan sampah tidak hanya mengandalkan aksi sesaat, tetapi menjadi kebiasaan yang terus dilakukan.

Koordinator Program WCD Jawa Tengah, Purnawirawan, mengatakan salah satu program yang telah berjalan adalah Zero Waste School atau Sekolah Bebas Sampah di Kabupaten Kudus. Program itu menyasar guru dan peserta didik untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak usia dini.

Menurutnya, sekolah menjadi tempat yang strategis untuk membentuk budaya pengelolaan sampah yang baik. Peran guru juga sangat penting karena dapat menjadi teladan bagi siswa dalam menerapkan kebiasaan peduli lingkungan.

"Kami juga menyasar para guru karena mereka harus bisa memberikan contoh kepada anak-anak. Sekolah sebagai tempat pembelajaran perlu menanamkan kesadaran kepada peserta didik. Harapannya, kebiasaan tersebut kemudian diterapkan di rumah," katanya.

Purnawirawan menilai tantangan terbesar dalam pengelolaan sampah masih berasal dari pola pikir sebagian masyarakat yang menganggap persoalan sampah sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah. Karena itu, edukasi yang berkelanjutan perlu dibarengi dengan penguatan regulasi dan penegakan aturan.

WCD Jawa Tengah juga telah mendampingi penerapan program zero waste di salah satu perguruan tinggi. Pada 2024, kampus tersebut berhasil menekan residu sampah hingga sekitar 10 persen dari total sampah yang dihasilkan.

Sampah yang memiliki nilai ekonomi dijual dan hasilnya dimanfaatkan untuk membantu program beasiswa mahasiswa. Bahkan pada 2025, kampus tersebut berhasil mencapai status zero waste dan kini menjadi model pembelajaran bagi perguruan tinggi lain dalam menerapkan pengelolaan sampah berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....