Luthfi Buka Jalan Industri Jateng Masuk IKN

  • 07 Agt 2026 19:43 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bergerak cepat menangkap peluang ekonomi di Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan menjajaki kerja sama strategis bersama Otorita IKN. Langkah ini dilakukan untuk membuka akses pasar baru bagi industri, pelaku usaha, dan badan usaha milik daerah asal Jawa Tengah.

Dalam kunjungan kerja ke Kalimantan Timur, Kamis 6 Agustus 2026, Ahmad Luthfi memimpin rombongan yang terdiri atas jajaran OPD, BUMD, serta sejumlah kepala daerah. Rombongan diterima langsung oleh Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono beserta jajarannya.

Luthfi menilai pembangunan IKN menghadirkan peluang besar bagi daerah untuk ikut berkontribusi sekaligus memperluas aktivitas ekonomi. Karena itu, Jawa Tengah ingin mengambil peran dalam berbagai kebutuhan pembangunan yang terus berkembang di kawasan tersebut.

Salah satu sektor yang dibidik adalah industri furnitur yang selama ini menjadi kekuatan Jawa Tengah, khususnya dari Kabupaten Jepara. Pemprov Jateng melihat peluang penyediaan furnitur untuk mendukung kebutuhan berbagai fasilitas di IKN.

“Misalnya Jepara yang sudah dikenal sebagai sentra furnitur. Saya ingin melihat apakah ada peluang kerja sama penyediaan furnitur dari Jawa Tengah untuk mendukung pembangunan di IKN,” kata Luthfi.

Selain furnitur, penjajakan kerja sama juga mencakup sektor perbankan, penyediaan barang dan jasa, serta pengembangan sumber daya manusia. Perguruan tinggi dan BUMD di Jawa Tengah juga disiapkan untuk mendukung kebutuhan pembangunan ibu kota baru tersebut.

Menurut Luthfi, keterlibatan Jawa Tengah di IKN tidak hanya berorientasi pada investasi semata. Kehadiran daerah juga diharapkan mampu memperluas jaringan usaha sekaligus meningkatkan daya saing produk dan layanan unggulan Jateng.

“Intinya, Provinsi Jawa Tengah ingin ikut hadir di IKN juga,” tegasnya.

Dalam pertemuan itu, Otorita IKN memaparkan perkembangan pembangunan kawasan ibu kota baru beserta berbagai skema pendanaannya. Pembangunan saat ini didukung melalui APBN, Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), investasi swasta, dan hibah.

Data Otorita IKN menunjukkan realisasi investasi swasta yang masuk telah mencapai Rp74,54 triliun dari 67 investor. Sementara nilai proyek yang dikerjakan melalui skema KPBU mencapai Rp134,25 triliun.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyatakan pihaknya terus membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk memperkuat ekosistem pembangunan. Ia memastikan setiap investor dan mitra yang masuk akan mendapatkan dukungan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami selalu melayani investor yang masuk. Apabila Jawa Tengah menjadi mitra Otorita IKN nantinya akan ada insentif fiskal,” ujar Basuki.

Basuki menambahkan peluang sinergi dengan Jawa Tengah sangat terbuka di berbagai sektor, meliputi penyediaan barang dan jasa, pengembangan SDM, ekonomi kreatif, hingga sektor pariwisata. Kolaborasi antara Jawa Tengah dan Otorita IKN diharapkan mampu membuka lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....