Investor Dubai Tertarik Bangun Mini Refinery Rp5 Triliun di Jepara

  • 16 Sep 2026 14:29 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang — Kabupaten Jepara berpeluang menjadi lokasi pembangunan mini refinery senilai sekitar Rp5 triliun dari investor asal Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Fasilitas tersebut direncanakan memiliki kapasitas awal 10 ribu barel per hari dan ditargetkan meningkat hingga 30 ribu barel per hari.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan investasi tersebut ditargetkan mulai direalisasikan sebelum akhir 2026 setelah proses penandatanganan kerja sama. “Mereka tertarik investasi mini refinery di wilayah Jepara,” kata Ahmad Luthfi usai bertemu calon investor dari Dubai di sela kegiatan di Jakarta, Selasa 15 September 2026.

Luthfi menjelaskan mini refinery tersebut akan digunakan untuk mengolah minyak mentah dan produk turunannya. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mendukung kebutuhan energi sekaligus memperkuat perekonomian daerah.

Menurut Luthfi, minat investor Dubai menunjukkan Jawa Tengah masih menjadi tujuan investasi di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu. “Itulah Jawa Tengah, di saat dunia global yang tidak menentu, Jawa Tengah masih menjadi tujuan investasi, termasuk di Dubai yang hari ini datang,” ujarnya.

Perwakilan investor asal Dubai, Talal Ourfali, mengatakan keputusan berinvestasi diambil setelah melihat potensi Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Selain memiliki pasar yang besar, wilayah tersebut dinilai memiliki peluang pengembangan industri pengolahan minyak.

“Di Indonesia masih kurang untuk mini refinery, padahal kami melihat ada potensi bagus. Kita mau bangun mini refinery dengan kapasitas mulai 10 ribu barrel per hari, targetnya nanti sampai 30 ribu barrel per hari. Insya Allah tempatnya di Jepara dan akan mulai segera sebelum akhir tahun. Nilai investasinya sekitar USD200 juta atau Rp5 triliun,” kata Talal.

Data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menunjukkan UEA menjadi salah satu negara yang aktif menanamkan modal di daerah tersebut. Dalam lima tahun terakhir, total investasi asal UEA di Jawa Tengah mencapai sekitar Rp13 triliun.

Selain investasi energi, Ahmad Luthfi juga bertemu Konsul Kehormatan RI di Gdańsk, Polandia, Mirosław Wawrowski. Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama promosi budaya dan pariwisata melalui pengembangan kawasan Little Indonesia di Dolina Charlotty, Polandia.

Saat ini kompleks budaya Bali telah berdiri di kawasan tersebut dan akan dilanjutkan dengan pembangunan kompleks budaya Jawa. Pengembangan kawasan itu diharapkan memperkuat promosi budaya Indonesia sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Jawa Tengah di tingkat internasional.

Rencana pembangunan kompleks budaya Jawa tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas promosi budaya Indonesia di Polandia. Kawasan Little Indonesia diharapkan menjadi sarana pengenalan budaya Jawa Tengah kepada masyarakat internasional.

Sementara itu, rencana mini refinery di Jepara menjadi peluang investasi di sektor energi dengan nilai sekitar Rp5 triliun. Proyek tersebut diharapkan mendukung kebutuhan energi sekaligus memberikan dampak terhadap perekonomian daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....