Ada MTQ, Okupansi Hotel di Semarang Diproyeksikan Terkerek Tembus 90 Persen
- 12 Sep 2026 09:45 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI di Kota Semarang mulai memberikan dampak positif terhadap tingkat hunian hotel selama September 2026. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Tengah mencatat okupansi hotel saat ini berada di kisaran 80 persen dan diproyeksikan menembus 90 persen pada puncak pelaksanaan MTQ.
Ketua BPD PHRI Jawa Tengah, Albert Dwijaya mengatakan, tingginya okupansi tersebut tidak hanya dipengaruhi kebutuhan akomodasi para kafilah, tetapi juga tamu dan berbagai pihak yang datang mengikuti rangkaian MTQ. "Yang kita lihat city okupansi kurang lebih ada di kisaran 80 persen. Kami optimis pada puncaknya okupansi kamar hotel bisa mencapai 90 persen," ujarnya.
Menurut Albert, pelaksanaan MTQ memiliki efek berganda terhadap sektor pariwisata dan ekonomi daerah karena pergerakan tamu tidak berhenti di hotel. Kondisi tersebut turut meningkatkan aktivitas biro perjalanan, kegiatan korporasi, restoran, hingga pelaku UMKM yang menyediakan berbagai kebutuhan pengunjung.
PHRI Jawa Tengah juga telah memberikan pengarahan kepada sekitar 120 anggota aktif agar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada para kafilah dan tamu selama berada di Semarang. Pengarahan tersebut mencakup keramahan pelayanan, kebersihan, kenyamanan, serta kesiapan fasilitas hotel.
Albert mengatakan sejumlah hotel yang menjadi tempat menginap para kafilah bahkan memasang berbagai bentuk ucapan selamat datang, baik melalui media elektronik maupun spanduk konvensional. Hal itu dilakukan untuk memberikan kesan positif sekaligus menunjukkan kesiapan industri perhotelan menyambut peserta MTQ dari berbagai daerah.
"Selain itu, terkait food quality maupun sertifikasi halal atau kelayakan makanan, sudah sesuai dengan standar yang dibutuhkan sama teman-teman kafilah," ucapnya.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen berharap rangkaian MTQ Nasional XXXI mampu menjadi penggerak ekonomi daerah sesuai dengan visi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Sejumlah kegiatan pendukung seperti job fair, bazar UMKM, dan pawai ta’aruf turut disiapkan untuk memperluas dampak ekonomi penyelenggaraan MTQ.
Berdasarkan perhitungan bersama Badan Pusat Statistik (BPS), pergerakan ekonomi selama MTQ Nasional XXXI diproyeksikan mencapai sekitar Rp1,2 triliun. Perputaran ekonomi tersebut diharapkan sekaligus memperkuat promosi Kota Semarang dan daerah-daerah di sekitarnya sebagai destinasi wisata bagi para tamu dari berbagai provinsi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....