Cegah Kasus Bullying di Sekolah, Kadisdik Jateng Tekankan Pendidikan Karakter

  • 06 Agt 2026 15:40 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah Sadimin menekankan penguatan pendidikan karakter sebagai langkah utama mencegah bullying di lingkungan sekolah.
  • Kasus perundungan dilaporkan terjadi di salah satu SMP di Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang.
  • Meski penanganan SMP menjadi kewenangan pemerintah kabupaten, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah akan memberikan dukungan kepada korban.

RRI.CO.ID, Semarang – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Sadimin, menegaskan pentingnya penguatan pendidikan karakter sebagai langkah utama mencegah perundungan atau bullying di lingkungan sekolah. Hal itu disampaikan menyusul dugaan kasus perundungan yang terjadi di salah satu SMP di Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang.

Menurut Sadimin, Dinas Pendidikan Jawa Tengah telah memperoleh informasi awal mengenai kasus tersebut dari Dinas Pendidikan Kabupaten Pemalang. Meski penanganan jenjang SMP menjadi kewenangan pemerintah kabupaten, pihaknya tetap memberikan perhatian dan akan memberikan dukungan kepada korban.

"Kami sudah mendapatkan laporan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Pemalang. Nanti kami juga akan datang untuk memberikan santunan kepada korban," kata Sadimin di Semarang, Kamis, 6 Agustus 2026.

Ia mengatakan, Dinas Pendidikan Jawa Tengah selama ini telah menjalankan program Zero Bullying di seluruh SMA, SMK, dan SLB. Hal ini sebagai upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan bebas dari kekerasan.

Menurutnya, pendidikan karakter menjadi fondasi utama untuk menekan terjadinya perundungan, baik antarsiswa maupun antara pendidik dan peserta didik. "Kalau karakter anak dibangun dengan baik, potensi terjadinya bullying akan semakin kecil. Karena itu, pendidikan karakter harus terus diperkuat," ujarnya.

Selain penguatan karakter, Sadimin menilai pengawasan di lingkungan sekolah juga perlu dioptimalkan. Ia mendorong sekolah memastikan tidak ada jam pelajaran kosong tanpa pengawasan guru, mengaktifkan guru piket saat waktu istirahat, serta memanfaatkan kamera pengawas (CCTV) di titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi terjadinya perundungan.

Ia juga meminta Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di setiap sekolah menjalankan fungsinya secara maksimal dalam mendeteksi dan menangani kasus kekerasan di lingkungan pendidikan. Untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Sadimin menyebut laporan kasus perundungan relatif rendah.

Ia mengajak pemerintah kabupaten dan kota, sekolah, serta masyarakat untuk memperkuat kolaborasi agar target Zero Bullying dapat terwujud di seluruh satuan pendidikan di Jawa Tengah. "Kasus di jenjang pendidikan menengah masih sangat sedikit, bahkan dalam catatan kami kurang dari tiga kasus dan semuanya langsung ditangani sehingga tidak berlarut-larut," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....