Kemenag Jateng Targetkan 1.500 Eco Pesantren dalam Lima Tahun
- 05 Agt 2026 16:11 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Kanwil Kemenag Jawa Tengah menargetkan minimal 1.500 pondok pesantren di provinsi Jawa Tengah menerapkan konsep eco pesantren dalam lima tahun ke depan.
- Program eco pesantren mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, kepedulian lingkungan, dan pengembangan ekonomi produktif untuk memperkuat kemandirian pesantren.
- Konsep ini bertujuan menghasilkan santri yang tidak hanya memahami agama tetapi juga peduli kelestarian bumi dan mampu mandiri secara ekonomi.
RRI.CO.ID., Semarang - Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah menargetkan sedikitnya 1.500 pondok pesantren di provinsi jateng menerapkan konsep eco pesantren dalam lima tahun ke depan. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi pesantren sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan.
Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Muhammad Fatkur Ronji, mengatakan konsep eco pesantren mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, kepedulian terhadap lingkungan, serta pengembangan ekonomi produktif. Menurutnya, pesantren tidak hanya mencetak santri yang memiliki pemahaman agama, tetapi juga generasi yang peduli terhadap kelestarian bumi dan mampu mandiri secara ekonomi.
"Pesantren tidak hanya mencetak santri yang alim, tapi juga santri yang peduli bumi dan mandiri secara ekonomi. Jawa Tengah itu punya lebih dari 5.000 pesantren. Iya. Jika semuanya nya bergerak ke arah ramah lingkungan, kemudian produktif. Itu dampaknya luar biasa bagi ketahanan lingkungan dan ekonomi umat tentunya," ujarnya saat Dialog Semarang Menyapa di RRI Semarang edisi Selasa, 4 Agustus 2026.
Saat ini sekitar 500 pondok pesantren di Jawa Tengah telah mulai menerapkan konsep eco pesantren melalui berbagai kegiatan, seperti pengelolaan sampah, pemanfaatan biogas, pertanian organik, hingga pengembangan usaha mikro santri. Kemenag akan memperluas implementasi program tersebut secara bertahap melalui pelatihan, pendampingan, dan penguatan kelembagaan.
Ia menjelaskan penerapan eco pesantren disesuaikan dengan potensi masing-masing daerah. Pesantren di kawasan pegunungan didorong mengembangkan pertanian sayur dan peternakan, sedangkan pesantren di wilayah pesisir dapat mengembangkan tambak maupun usaha pengolahan hasil perikanan agar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.
Selain membangun kemandirian ekonomi, program tersebut juga menanamkan kebiasaan hidup ramah lingkungan kepada para santri. Mereka dibiasakan memilah sampah, menghemat penggunaan air, memanfaatkan barang bekas, serta mengolah limbah organik menjadi produk yang bernilai guna.
"Mari kita jadikan pesantren sebagai pusat peradaban baru, pusat ilmu, pusat ekonomi dan pusat gerakan lingkungan, mulai dari hal kecil di pesantren masing-masing. Insya Allah jika 5.000 pesantren bergerak, Jawa Tengah akan menjadi contoh eco pesantren terbaik di Indonesia," katanya.
Untuk mewujudkan target tersebut, Kementerian Agama juga mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah, dinas terkait, perguruan tinggi, dunia usaha, dan komunitas. Sinergi tersebut diharapkan membuat program eco pesantren berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu memperkuat ketahanan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.(im)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....