Diikuti Gubernur, Sukoharjo Run 2026 Sedot 2.000 Pelari Dongkrak Ekonomi Lokal
- 19 Jul 2026 11:22 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi beserta Sekretaris Daerah Jateng Sumarno mengikuti ajang Sukoharjo Spektakuler Run 2026 yang turut diramaikan 2.000 pelari, Minggu 19 Juli 2026. Event penutup Hari Jadi ke-80 Kabupaten Sukoharjo itu tak hanya menjadi pesta olahraga, tetapi juga berhasil menggerakkan roda ekonomi lokal.
Hal itu dibuktikan dari kehadiran ribuan peserta dari berbagai daerah seperti Solo, Yogyakarta, Semarang, hingga Jawa Timur sehingga berdampak langsung pada meningkatnya okupansi hotel, ramainya pusat kuliner, hingga naiknya omzet pelaku UMKM. Kondisi tersebut memperkuat peran sport tourism sebagai penggerak ekonomi daerah sekaligus sarana promosi destinasi.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut kegiatan ini menjadi bukti bahwa sport turism memiliki manfaat ganda karena tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga menggerakkan perekonomian masyarakat. Pola hidup sehat dan pertumbuhan UMKM dapat berjalan beriringan melalui event seperti ini.
Oleh karena itu, Ia pun mengapresiasi atas terselenggaranya ajang olahraga yangg kini bukan lagi sekadar gaya hidup, melainkan telah menjadi kebutuhan masyarakat. “Kita bergerak dari satu tempat ke tempat lain dan menjadi bagian dari sport tourism," kata Ahmad Luthfi saat memberikan semangat kepada para pelari di garis start di Sentra Niaga The Park Mall Solobaru.
Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo mengatakan, dampak ekonomi dari penyelenggaraan Sukoharjo Run sudah mulai terlihat sejak akhir pekan. Tingkat hunian penginapan meningkat dan aktivitas UMKM di sekitar lokasi acara ikut terdongkrak.
Lebib lanjut menurut Eko, event olahraga berskala besar mampu menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap daerahnya. Semangat mulat sarira angrasa wani, rumangsa melu andarbeni, dan wajib melu angrungkebi diharapkan semakin kuat melalui kegiatan tersebut.
Race Director Sukoharjo Spektakuler Run 2026, Dina Kharisma Hari Wibowo, mengungkapkan antusiasme peserta sangat tinggi. Kuota 2.000 pelari terdiri atas 500 pelari kategori 10K dan 1.500 pelari kategori 5K, habis terjual dan panitia bahkan harus menolak sejumlah pendaftar demi menjaga kenyamanan lomba.
"Target kami 2.000 peserta dan alhamdulillah target kami sudah terpenuhi. Kita banyak menolak peserta," kata Dina.
Ia menambahkan, banyak peserta memilih menginap di sekitar lokasi lomba dan memanfaatkan berbagai layanan usaha lokal. Dampaknya, perputaran ekonomi di kawasan Solobaru dan sekitarnya meningkat selama dua hari penyelenggaraan event.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....