Biopori Desa Tangguh: Aksi Unnes GIAT 16 Dukung SDGs di Desa Plelen

  • 04 Agt 2026 16:46 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Batang - Pusat Pengembangan Kuliah Kerja Nyata LPPM Unnes melalui tim mahasiswa KKN Unnes GIAT 16 Desa Plelen menyelenggarakan sosialisasi dan demonstrasi pembuatan lubang resapan biopori. Kegiatan berlangsung di Dukuh Plelen Lor, Desa Plelen, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jumat 24 Juli 2026.

Sosialisasi tersebut melibatkan anggota PKK yang berasal dari RT 02 dan RT 03 Dukuh Plelen Lor. Hal ini menjadi salah satu upaya edukasi lingkungan yang diarahkan pada pengelolaan sampah organik rumah tangga dan konservasi air.

Program ini bertujuan memberikan pengetahuan awal kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah organik rumah tangga. Sekaligus memperkenalkan lubang resapan biopori sebagai teknologi sederhana yang dapat mendukung konservasi air dan membantu mengurangi risiko genangan di lingkungan permukiman.

Pelaksanaan program dilatarbelakangi oleh pentingnya pengelolaan sampah organik yang dimulai dari tingkat rumah tangga. Sampah organik yang tidak dipilah dan diolah berpotensi menambah jumlah sampah yang dibuang ke lingkungan, sedangkan kemampuan tanah dalam meresapkan air hujan perlu tetap dijaga agar air tidak seluruhnya mengalir sebagai limpasan permukaan.

Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi, demonstrasi pembuatan lubang resapan biopori, serta pendampingan awal mengenai pemeliharaannya. Anggota PKK memperoleh penjelasan mengenai pemilihan lokasi, pembuatan lubang, pemasangan pipa dan penutup, pengisian sampah organik, serta pemeliharaan lubang secara berkala.

Dalam sesi demonstrasi, tim mahasiswa KKN Unnes GIAT 16 memperagakan tahapan pembuatan lubang resapan biopori, mulai dari penentuan lokasi dan pembuatan lubang hingga pemasangan pipa, pengisian bahan organik, dan penutupan lubang. Pembuatan lubang dan pemasangan pipa dilakukan oleh tim mahasiswa untuk menjaga ketepatan teknis dan keamanan selama demonstrasi, sedangkan anggota PKK mengikuti kegiatan melalui pengamatan langsung, diskusi, pengenalan jenis sampah organik, dan sesi tanya jawab.

Sampah organik berupa daun kering, potongan sayuran, dan sisa bahan pangan yang tidak mengandung minyak atau lemak berlebih dimasukkan secara bertahap ke dalam lubang. Bahan organik tersebut dapat mengalami proses penguraian dengan bantuan mikroorganisme dan organisme tanah sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai kompos setelah terurai dengan baik.

Selain menjadi media pengolahan sampah organik rumah tangga, lubang resapan biopori menyediakan jalur bagi air hujan untuk meresap ke dalam tanah. Penerapannya berpotensi meningkatkan peresapan air dan membantu mengurangi limpasan permukaan, meskipun manfaatnya dipengaruhi oleh kondisi tanah, kesesuaian lokasi, jumlah lubang, jenis bahan organik, dan pemeliharaan secara berkala.

Kegiatan ini menjadi salah satu program pendukung tema Desa Tangguh Bencana (Destana) yang diusung KKN Unnes GIAT 16 Desa Plelen. Melalui edukasi pengelolaan lingkungan pada tingkat rumah tangga, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kepedulian dan keterlibatan masyarakat dalam mengurangi risiko lingkungan di kawasan permukiman.

Program biopori tersebut turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengelolaan sampah organik rumah tangga. Program ini juga berkaitan dengan SDG 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak, SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, serta SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan dapat mengelola sampah organik dan memelihara lubang resapan biopori secara mandiri serta menerapkannya di lingkungan rumah masing-masing. Dengan semangat “Bersama Unnes GIAT, Membangun Indonesia dari Desa”, mahasiswa KKN Unnes GIAT 16 bersama Pemerintah Desa Plelen dan masyarakat berupaya mewujudkan lingkungan Desa Plelen yang lebih bersih, tangguh, dan berkelanjutan. (eka)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....