Gus Faqih Juara I Tafsir Al-Qur’an, PP MAJT Gelar Tasyakuran

  • 21 Sep 2026 08:41 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Imam muda Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Al-Hafidz Muhammad Abdul Faqih atau Gus Faqih, mengharumkan nama Jawa Tengah setelah meraih Juara I nasional cabang Tafsir Al-Qur'an pada Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI yang berakhir Minggu 20 September 2026 di Kota Semarang.

Prestasi tersebut menambah panjang catatan keberhasilan Gus Faqih di tingkat nasional hingga internasional. Capaian ini sekaligus memperkuat posisi MAJT sebagai tempat bernaungnya para qari dan hafiz yang memiliki rekam jejak prestasi di berbagai ajang Al-Qur'an.

Atas capaian tersebut, Pengelola Pelaksana Masjid Agung Jawa Tengah (PP MAJT) akan menggelar tasyakuran internal pada Senin 21 September 2026 siang. Sekretaris PP MAJT, Drs. K.H. Muhyidin, M.Ag., mengatakan acara tersebut diinisiasi Ketua PP MAJT, Prof. Dr. K.H. Noor Achmad, M.A., sebagai bentuk rasa syukur atas prestasi Gus Faqih.

Dalam acara tersebut, Ketua PP MAJT Prof. Dr. K.H. Noor Achmad, M.A. akan menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih Gus Faqih. Kegiatan ini juga akan dihadiri para imam masjid, muazin, seluruh pengurus, serta jajaran sekretariat PP MAJT.

Gus Faqih selanjutnya akan menceritakan perjalanan spiritual dan ketekunannya dalam mendalami isi kandungan Al-Qur'an hingga berhasil menjuarai cabang Tafsir Al-Qur'an tingkat nasional.

Gus Faqih lahir pada 1996 dan merupakan anak ketiga dari enam bersaudara pasangan KH. Muhammad Rifa'i dan Hj. Nurul Hidayah. Ia tumbuh dalam lingkungan keluarga santri di Dusun Krajan, Desa Lopait, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.

Silsilah keluarganya juga tersambung dengan keluarga ulama besar. Istrinya, Silviyana Wardatul Munawwiroh, merupakan bagian dari keluarga besar bani K.H. Muhammad Munawwir, pendiri Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak, Yogyakarta.

Sejak usia dini, Gus Faqih mendapat pendidikan langsung dari ayahnya. Ia mulai menghafal Al-Qur'an sejak usia delapan tahun dan berhasil mengkhatamkan hafalan 30 juz ketika berusia 12 tahun.

Rekam jejak prestasinya juga telah terbentuk sejak lama. Pada 2015, ia meraih Juara II nasional pada Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ) Nasional di Jakarta, kemudian kembali meraih Juara II nasional pada MTQ Nasional XXVI di Nusa Tenggara Barat pada 2016.

Setahun kemudian, Gus Faqih meraih Juara III internasional pada Musabaqah Raja Abdul Aziz Internasional bidang Hafalan 30 Juz yang digelar di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi. Pada 2018, ia kembali mencatat prestasi dengan meraih Juara I tingkat ASEAN-Pasifik pada Musabaqah Hafalan Alquran dan Hadits (MHQH) Pangeran Sultan bin Abdul Aziz.

Kini, selain berkhidmat sebagai salah satu dari empat Imam Utama bereputasi internasional di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Gus Faqih terus mendedikasikan waktunya untuk mengajar, membimbing santri, dan menjadi figur inspirasi syiar Al-Qur'an di Jawa Tengah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....