Sekolah Lapang Cuaca Jadi Bekal Krusial bagi Nelayan Pati
- 03 Agt 2026 15:57 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Sekolah Lapang Cuaca Nelayan
RRI.CO.ID, Pati - Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) menjadi program krusial yang membekali nelayan dengan pengetahuan membaca kondisi cuaca sebelum melaut. Program ini telah berlangsung sejak 2017 dan telah menjangkau ribuan peserta di berbagai wilayah pesisir Jawa Tengah.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Tanjung Emas Semarang, Taruna Mona Rachman, menjelaskan urgensi pemahaman cuaca maritim bagi keselamatan pelaut. Kegiatan SLCN adalah sebuah pembelajaran untuk para nelayan dan pelayar terkait informasi cuaca maritim di laut.
"Apabila cuacanya kurang bagus, sebaiknya keberangkatan melaut bisa ditunda terlebih dahul. Demi keselamatan," katanya usai pembukaan SLCN di Joglo Omah Cabe Kabupaten Pati, Senin, 3 Agustus 2026.
Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI Danang Wicaksana diwakili Aldo Ferry Ariawan menyebut program SLCN dari BMKG sangat bermanfaat. Nelayan tidak lagi hanya mengandalkan cara lama, tetapi kini diberikan pengetahuan ilmiah yang akurat untuk membaca cuaca dan gelombang tinggi.
"Sangat membantu. Nelayan lebih waspada dan selamat saat melaut di tengah cuaca ekstrem," ujarnya.
Pemerintah daerah turut mendorong pemanfaatan teknologi informasi cuaca oleh nelayan sebagai bagian dari peningkatan kesejahteraan dan keselamatan kerja mereka. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pati, Hadi Santoso, menegaskan pentingnya adaptasi teknologi bagi para nelayan lokal.
"Dengan perkembangan teknologi saat ini, nelayan perlu memanfaatkannya untuk mengetahui cuaca dan menentukan waktu melaut yang aman. Ini sangat penting bagi keselamatan kerja nelayan di wilayah pesisir Jawa Tengah, " katanya.
Bagi kalangan pelaku usaha perikanan, informasi resmi dari BMKG juga memiliki fungsi legal yang melindungi nelayan dari sanksi administratif saat berlayar. Pengurus Asosiasi Mitra Nelayan Sejahtera Juwana, Heri Trimulyo, mengungkapkan manfaat ganda dari laporan cuaca resmi tersebut.
"Laporan BMKG soal cuaca bisa membebaskan nelayan dari denda administrasi ketika terpaksa masuk jalur yang tidak seharusnya. Kami akan terus bersinergi dengan BMKG terutama pada musim timur yang rawan gelombang tinggi, " ujarnya.
Program edukasi cuaca ini diharapkan terus berlanjut secara berkala. Hal ini guna menjangkau lebih banyak nelayan di berbagai skala usaha perikanan.(agp)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....