Dinkes Kota Semarang Tangani Dugaan Keracunan Pangan di SMK Negeri 6
- 01 Agt 2026 08:25 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang melakukan penanganan kesehatan sekaligus penyelidikan epidemiologi menyusul dugaan keracunan pangan yang terjadi di SMK Negeri 6 Kota Semarang pada Jumat 31 Juli 2026. Sejak laporan diterima sekitar pukul 10.30 WIB, tim kesehatan memberikan pelayanan medis kepada siswa dan guru yang mengalami gejala.
Tim medis juga melakukan penelusuran epidemiologi, serta mengambil sampel makanan dan spesimen korban untuk diperiksa di laboratorium. Kepala Dinkes Kota Semarang, Mochamad Abdul Hakam, mengatakan penanganan dilakukan secara terpadu bersama jejaring puskesmas, rumah sakit, sekolah, penyelenggara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta instansi terkait.
"Fokus kami saat ini memastikan seluruh siswa maupun guru yang mengalami gejala memperoleh pelayanan kesehatan sesuai kebutuhannya. Secara bersamaan, tim juga melakukan penyelidikan epidemiologi serta pengambilan sampel makanan dan spesimen korban untuk diperiksa di laboratorium sebagai bagian dari penelusuran penyebab kejadian," ujarnya.
Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 707 orang mengalami gejala, terdiri atas 693 siswa dan 14 guru. Dari jumlah tersebut, 698 orang mendapatkan penanganan langsung di lokasi, sedangkan 9 orang dirujuk ke Puskesmas Halmahera, RSUD KRMT Wongsonegoro, RST Bhakti Wira Tamtama, dan Puskesmas Bangetayu untuk menjalani observasi lebih lanjut.
Seiring pelayanan kesehatan kepada para korban, pihaknya juga mengaktifkan Tim Gerak Cepat (TGC) untuk melakukan penyelidikan epidemiologi guna menelusuri sumber dugaan keracunan. Tim mengamankan sampel makanan, sisa pangan, serta spesimen dari korban untuk diperiksa di laboratorium.
Hakam menuturkan, hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan penyebab kejadian dan langkah penanganan selanjutnya. "Kami belum dapat menyimpulkan penyebab kejadian sebelum seluruh proses pemeriksaan laboratorium selesai. Karena itu, kami mengimbau masyarakat tidak berspekulasi dan menunggu hasil pemeriksaan yang sedang berjalan," katanya.
Di sisi lain, Dinkes terus berkoordinasi dengan pihak SMK Negeri 6, penyelenggara SPPG Kota Semarang Timur (Karangturi), Yayasan Putra Maju Mapan Mandiri, serta lintas sektor terkait guna mempercepat proses penelusuran. Sebagai langkah kehati-hatian, distribusi makanan dari penyelenggara SPPG terkait dihentikan sementara hingga proses penyelidikan epidemiologi dan pemeriksaan laboratorium selesai dilakukan.
Pihaknya juga terus memantau kondisi pasien yang menjalani perawatan maupun observasi, sekaligus melakukan pendataan terhadap seluruh penerima manfaat yang berpotensi terdampak agar penanganan dapat dilakukan secara menyeluruh. Perkembangan penyelidikan epidemiologi maupun hasil pemeriksaan laboratorium akan disampaikan secara berkala setelah seluruh proses pemeriksaan selesai dilakukan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....