Wali Kota Lepas 108 Peserta Perjalanan Keagamaan, Titip Doa untuk Semarang
- 01 Okt 2026 19:38 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menitipkan doa untuk Kota Semarang kepada 108 peserta Program Perjalanan Keagamaan Tahap 1 Tahun Anggaran 2026 yang diberangkatkan dari Balai Kota Semarang, Selasa, 29 September 2026. Selain mendoakan Semarang, para peserta juga diminta menjaga kesehatan dan membawa nama baik Kota Semarang selama menjalankan perjalanan keagamaan di negara tujuan.
Menjelang keberangkatan, Agustina meminta para peserta menyempatkan diri mendoakan Kota Semarang ketika berada di tempat-tempat yang dianggap mulia dan penuh rahmat. Ia berharap doa tersebut menjadi bagian dari perjalanan keagamaan sekaligus harapan bagi kemajuan Kota Semarang.
“Saya titip doa untuk Kota Semarang di tempat-tempat yang mulia, di tempat-tempat yang penuh dengan rahmat. Selipkan doa agar Kota Semarang senantiasa aman, dilindungi dari musibah, dan seluruh warganya semakin sejahtera dan bahagia,” katanya.
Peserta tahap pertama berasal dari lima agama dengan tujuan perjalanan yang berbeda. Sebanyak 78 peserta beragama Islam akan menunaikan ibadah umrah, 15 peserta Katolik dan 10 peserta Kristen melakukan perjalanan religi ke tujuh gereja di Turki, sedangkan tiga peserta Hindu dan dua peserta Buddha akan melakukan perjalanan ke India.
Program tersebut menyasar tokoh agama, pendidik keagamaan, pengurus rumah ibadah, hingga generasi muda berprestasi pemenang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Jawa Tengah 2025. Program ini memiliki payung hukum Peraturan Wali Kota Semarang Nomor 59 Tahun 2024 tentang Bantuan Biaya Perjalanan Keagamaan.
Pada 2026, program tersebut memfasilitasi 215 paket perjalanan dengan total anggaran Rp7,74 miliar. Jumlah itu meningkat dibandingkan 2025 yang mencatat 151 paket dengan anggaran Rp3,54 miliar.
Sebanyak 107 peserta lainnya akan diberangkatkan melalui Tahap 2 yang dijadwalkan berlangsung pada akhir 2026. Agustina berharap seluruh peserta dapat mengikuti perjalanan dengan kondisi fisik yang baik dan membawa kesan positif tentang Kota Semarang.
“Nomor satu tetap jaga kesehatan dan fisik karena kalau sakit itu perjalanan tidak bisa dinikmati. Pesan yang kedua adalah saya ingin Bapak Ibu menjaga nama baik Kota Semarang. Tunjukkan keramahan dan keindahan akhlak warga Semarang di mana pun Bapak Ibu berada,” ucap Agustina.
Salah seorang peserta, Made Yeni, warga Kota Semarang yang beragama Hindu, menyambut baik kesempatan tersebut. Menurutnya, fasilitasi perjalanan keagamaan bagi umat dari berbagai agama memberikan kesempatan yang sama untuk menjalankan ibadah.
“Sangat menyenangkan ya, kita di sini umat Hindu dan umat lainnya diberi kesempatan yang sama untuk melakukan perjalanan ibadah. Ini menunjukkan betapa pemerintah daerah sangat memperhatikan seluruh umat beragama, semoga ke depannya semakin banyak kesempatan menjalankan ibadah keagamaan yang difasilitasi,” ungkapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....