Dapur Produksi Keripik Singkong di Kebumen Terbakar, Kerugian Jutaan Rupiah
- 31 Jul 2026 15:42 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kebumen – Dapur rumah produksi keripik singkong milik Ngatman di Dukuh Blanakan RT 02 RW 01, Desa Wonodadi, Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen, terbakar pada Jumat, 31 Juli 2026 dini hari. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut, namun kebakaran menyebabkan kerugian materi diperkirakan mencapai Rp10 juta.
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan, hasil penyelidikan awal mengarah pada dugaan bahwa kebakaran dipicu bara api yang masih tersisa setelah proses produksi keripik singkong menggunakan tungku kayu bakar pada Kamis, 30 Juli 2026 sore. "Diduga bara api belum sepenuhnya padam, kemudian menyambar tumpukan daun kering di atas atap melalui cerobong dapur hingga akhirnya memicu kebakaran," ujarnya, Jumat, 31 Juli 2026.
Peristiwa itu pertama kali diketahui sekitar pukul 02.45 WIB. Seorang warga yang melintas melihat kobaran api muncul di bagian atas area penggorengan, tepatnya di sekitar cerobong dapur produksi. Menyadari adanya kebakaran, saksi segera meminta bantuan warga sekitar untuk melakukan pemadaman.
Saat warga kembali ke lokasi, api telah membesar dan melalap sebagian bangunan dapur produksi. Warga kemudian bergotong royong memadamkan api hingga kobaran berhasil dikendalikan sekitar pukul 04.00 WIB.
Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Buayan IPTU Walali Saebani bersama personel Polsek Buayan langsung mendatangi lokasi. Petugas mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), melakukan olah TKP, serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna memastikan penyebab kebakaran.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, petugas tidak menemukan indikasi korsleting listrik. Meteran listrik di lokasi dalam kondisi normal dan proses produksi diketahui sepenuhnya menggunakan tungku berbahan bakar kayu. Di lokasi juga tidak ditemukan kompor maupun tabung LPG.
Kebakaran menghanguskan sejumlah bagian bangunan dan fasilitas produksi, di antaranya dapur produksi, atap di atas tungku penggorengan, tiga tungku penggorengan, tempat pengolahan keripik singkong, serta berbagai peralatan produksi lainnya. Akibatnya, pemilik usaha mengalami kerugian materi yang diperkirakan mencapai Rp10 juta.
Kapolres Kebumen mengapresiasi kesigapan warga yang bergotong royong memadamkan api sehingga kebakaran tidak meluas ke bangunan lain di sekitar lokasi. Ia juga mengimbau masyarakat, terutama pelaku usaha rumahan yang masih memanfaatkan tungku kayu bakar, agar meningkatkan kewaspadaan setelah aktivitas memasak atau produksi selesai.
Menurutnya, bara api yang tampak kecil masih dapat menyimpan panas. Bara api berpotensi kembali menyala apabila bersentuhan dengan material mudah terbakar, seperti daun kering, kayu, atau tumpukan bahan bakar lainnya.
Selain memastikan bara benar-benar padam, masyarakat juga disarankan rutin membersihkan area sekitar cerobong asap dari tumpukan daun kering dan bahan mudah terbakar, serta menyediakan alat pemadam api sederhana sebagai langkah antisipasi apabila sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat. Polres Kebumen berharap kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih memperhatikan aspek keselamatan kerja dan pencegahan kebakaran, khususnya pada usaha rumahan yang masih menggunakan tungku tradisional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....