Halo RRI: Pelanggan di Pedurungan Keluhkan Air Keruh, PDAM Ungkap Penyebabnya
- 31 Jul 2026 13:25 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Keluhan air keruh diterima dari warga Perumahan Graha Mukti, Kecamatan Pedurungan, Semarang melalui program Halo RRI pada 29 Juli 2026.
- Plt. Direktur Teknik Perumda Tirta Moedal Haryadi menyatakan gangguan terjadi di wilayah Semarang Timur dan Semarang Utara akibat penurunan kualitas air baku.
- Penyebab gangguan adalah kebocoran pada saluran air baku di jalur Klambu-Kudu, tepatnya kawasan Gubug, yang mengurangi pasokan air menuju Kota Semarang.
RRI.CO.ID, Semarang – Keluhan pelanggan terkait air yang tampak keruh di kawasan Perumahan Graha Mukti dan sekitarnya di Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, mendapat tanggapan dari Perumda Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang. Aduan tersebut sebelumnya disampaikan salah satu warga, Suyarto melalui program Halo RRI, Rabu, 29 Juli 2026 setelah air yang mengalir ke rumahnya berubah warna selama beberapa hari.
Menanggapi hal itu, Pelaksana Tugas(Plt.) Direktur Teknik Perumda Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang, Haryadi, menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas gangguan yang terjadi. Menurutnya, perubahan warna air dialami sebagian pelanggan di wilayah Semarang Timur dan Semarang Utara.
Haryadi menjelaskan, gangguan tersebut dipicu penurunan kualitas air baku akibat berkurangnya pasokan air menuju Kota Semarang. Kondisi itu terjadi setelah adanya kebocoran pada saluran air baku di jalur Klambu-Kudu, tepatnya di kawasan Gubug.
"Ini memang terjadi karena ada penurunan kualitas air baku, penurunan itu terjadi karena ada kebocoran di saluran sehingga kuantitas air menuju Semarang berkurang. Dampaknya kualitas air juga menurun dan kami agak kesulitan mengolahnya," katanya dalam siaran Halo RRI, Jumat, 31 Juli 2026.
Ia menegaskan, kondisi yang dikeluhkan pelanggan bukan disebabkan air bercampur lumpur, melainkan perubahan warna akibat proses oksidasi. Tingginya kandungan amonia yang bereaksi dengan klorin menyebabkan air tampak berwarna kekuningan.
Untuk mempercepat pemulihan layanan, Perumda Air Minum Tirta Moedal melakukan pengurasan jaringan pipa di sejumlah wilayah, di antaranya Tlogosari, Kaligawe, hingga reservoir Kedungmundu. Langkah tersebut dilakukan agar air yang telah berubah warna dapat digantikan dengan air yang kualitasnya lebih baik.
Haryadi mengatakan distribusi air seharusnya sudah kembali normal sejak Selasa. Namun, karena panjangnya jaringan distribusi, proses penggantian air di dalam pipa membutuhkan waktu sekitar 1 x 24 jam hingga kondisi benar-benar pulih di seluruh wilayah terdampak.
Ia mengimbau masyarakat yang masih menemukan perubahan warna air agar segera melaporkannya melalui layanan pengaduan Perumda Air Minum Tirta Moedal. Menurutnya, petugas akan langsung melakukan pengecekan dan penanganan di lokasi agar kualitas layanan tetap terjaga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....