Ruang Kelas SDN Sendangmulyo 3 Tertimpa Pohon, Proses Belajar Tetap Berjalan

  • 29 Jul 2026 19:42 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Kegiatan belajar mengajar di SD Negeri Sendangmulyo 3, Kota Semarang, tetap berlangsung meski salah satu ruang kelas rusak tertimpa pohon tumbang. Sekolah menerapkan sistem pembelajaran bergantian agar proses belajar siswa tidak terganggu selama penanganan kerusakan.

Pohon dari area Tempat Pemakaman Umum (TPU) di sebelah sekolah tumbang dan menimpa ruang kelas 1A pada Senin, 27 Juli 2026 sekitar pukul 10.00 WIB. Saat kejadian, proses belajar mengajar baru dimulai kembali usai jam istirahat.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Muhammad Ahsan, mengatakan pihak sekolah segera mengevakuasi seluruh siswa dan guru ke lokasi yang aman sesuai prosedur. Proses evakuasi berlangsung tertib sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.

"Kondisi guru dan semua siswa dalam keadaan selamat dan sehat. Tidak ada korban jiwa maupun luka," ujar Ahsan.

Setelah menerima laporan, Dinas Pendidikan Kota Semarang langsung berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) untuk membersihkan batang, dahan, dan ranting pohon yang menimpa bangunan sekolah. Selain itu, dilakukan asesmen lapangan dan pendataan tingkat kerusakan sebagai dasar penanganan lanjutan.

Menurut Ahsan, pelayanan pendidikan tetap menjadi prioritas sehingga kegiatan belajar mengajar tidak dihentikan. Sekolah melakukan penyesuaian dengan memanfaatkan ruang kelas yang masih aman melalui sistem pembelajaran bergantian.

"Saat ini kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan dengan penyesuaian menggunakan ruang yang aman atau skema pembelajaran sistem shift dengan kelas 2. Kelas 1A masuk pukul 07.00 sampai 10.00 WIB, kemudian ruang kelas digunakan oleh kelas 2," ujarnya.

Ia menambahkan, Dinas Pendidikan akan menindaklanjuti hasil asesmen kerusakan dengan berkoordinasi bersama Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) serta Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan bangunan yang mengalami kerusakan berat.

Ahsan menegaskan, percepatan perbaikan dilakukan agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung normal. Selama proses perbaikan, Pemerintah Kota Semarang memastikan seluruh peserta didik tetap memperoleh layanan pendidikan yang aman, nyaman, dan tidak terganggu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....