Kepesertaan KB Kabupaten Magelang Capai 77,71 Persen, Lampaui Target 2026

  • 25 Agt 2026 15:36 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • program Keluarga Berencana
  • Pemkab Magelang
  • Kelas Sinergi Ayah dan Ibu untuk Anak Tumbuh Hebat (Sahabat).

RRI.CO.ID, Kabupaten Magelang – Kepesertaan program Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Magelang hingga pertengahan 2026 mencapai 77,71 persen, melampaui target yang ditetapkan sebesar 72,41 persen. Capaian tersebut menunjukkan program KB di Kabupaten Magelang terus mendapatkan respons positif dari masyarakat.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Magelang Bella Pinarsi mengatakan, capaian tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan pelaksanaan program KB di daerah. Selain kepesertaan KB, capaian KB pascapersalinan juga telah mencapai 89,8 persen, melampaui target sebesar 87,19 persen.

“Angka fertilitas total atau rata-rata jumlah anak yang dilahirkan oleh seorang perempuan selama masa usia suburnya di tahun 2025 lalu 2,12. KB pascapersalinan mencapai 89,8 persen dari target 87,19 persen,” kata Bella saat peluncuran Kelas Sinergi Ayah dan Ibu untuk Anak Tumbuh Sehat (Sahabat) Kabupaten Magelang, Senin, 24 Agustus 2026.

Menurut Bella, capaian tersebut menunjukkan pelaksanaan program KB di Kabupaten Magelang telah berjalan cukup baik. Pemerintah Kabupaten Magelang juga terus memperluas akses layanan dengan menyediakan pelayanan KB gratis di 66 fasilitas kesehatan yang tersebar di 21 kecamatan.

Program KB menjadi bagian dari upaya mendukung Sapta Cipta kedua Bupati Magelang, yakni “Sehat Wargane”. Pemkab Magelang tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah peserta KB, tetapi juga mendorong pasangan suami istri lebih aktif dalam menentukan pilihan kontrasepsi.

Penguatan peran pasangan tersebut salah satunya dilakukan melalui Kelas Sahabat. Program ini menjadi ruang edukasi bagi ayah dan ibu, mulai dari masa kehamilan hingga periode pascapersalinan, termasuk dalam menentukan keputusan terkait KB.

“Upaya memperkuat peran laki-laki tersebut diwujudkan melalui Kelas Sinergi Ayah dan Ibu untuk Anak Tumbuh Hebat (Sahabat). Program ini menggabungkan edukasi bagi ayah dan ibu, mulai dari masa kehamilan hingga periode pascapersalinan,” ujarnya.

Kepala Dinas Sosial, PPKB, PPPA Kabupaten Magelang M Taufik menjelaskan, Kelas Sahabat merupakan hasil kolaborasi antara kelas ayah idaman dan kelas ibu hamil. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat komunikasi antara suami dan istri dalam mengambil keputusan mengenai KB pascapersalinan secara sadar, sukarela, dan bertanggung jawab.

“Kami meminta desa dan kader mendampingi ibu nifas hingga 42 hari. Fasilitas kesehatan diminta memberikan edukasi kepada ibu hamil dan suami sejak awal kehamilan serta memastikan pelayanan KB pascapersalinan,” katanya.

Menurut Taufik, keterlibatan ayah juga penting untuk memastikan keberlanjutan pengasuhan setelah persalinan. Dengan pemahaman yang sama antara suami dan istri, keputusan mengenai jumlah anak, jarak kelahiran, hingga penggunaan kontrasepsi diharapkan menjadi keputusan bersama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....