Kisah Jemima, Anggota Paskibraka Pembawa Baki Terima Bendera dari Gubernur Jateng

  • 22 Agt 2026 08:48 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Menjadi pembawa baki dalam upacara Hari Kemerdekaan tingkat Provinsi Jawa Tengah di lapangan Simpanglima Semarang, Senin, 17 Agustus 2026, merupakan hal yang tak disangka bagi Jemima Shekina. Ia tidak menyangka mendapat kepercayaan untuk berhadapan langsung dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, sekaligus menerima bendera pusaka, Sang Merah Putih.

Jemima Shekina merupakan siswi SMAN 15 Semarang yang terpilih menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Merah Putih. Perjalanan Jemima dalam dunia Paskibra dimulai sejak ia duduk di bangku SMP.

Untuk bisa dipercaya membawa baki pada upacara Hari Kemerdekaan Provinsi Jawa Tengah, Jemima harus mengikuti rangkaian seleksi yang panjang. Seleksi tersebut meliputi seleksi tingkat sekolah, tingkat kota, hingga tingkat provinsi.

Setelah berhasil dalam seleksi tingkat provinsi, Jemima masih harus mengikuti seleksi untuk maju ke tingkat nasional agar dapat menjadi tim pengibar di Istana Negara. Namun, ternyata nasib baik mengantarkan Jemima untuk menjadi Pasukan Pengibar di Provinsi Jawa Tengah.

“Seleksinya itu ada banyak Yang pertama itu kesehatan, fisik seperti push up, sit up, lari, dan kemudian wawasan kebangsaan,” ujar Jemima dalam wawancara bersama rri.co.id, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Jemima Shekina membawa bendera pusaka dalam upacara HUT ke-81 RI di lapangan Simpanglima, Semarang, baru-baru ini.

Remaja berusia 16 tahun itu mengungkapkan, menjadi anggota Paskibraka harus dipersiapkan dengan matang. Bukan hanya fisik, mental dan akademik juga harus dipersiapkan dengan baik. Dalam seleksi Paskibraka, juga terdapat seleksi jejak digital untuk melihat aktivitas peserta dalam bermedia sosial.

Hal yang menjadi fakta unik adalah peserta tidak mengetahui posisi yang akan mereka dapatkan hingga beberapa jam sebelum bertugas. Termasuk dirinya sendiri yang baru mengetahui akan membawa baki Pusaka Merah Putih, ketika sedang merias diri.

“Ketika itu diumumkan jam 2 lagi makeup, saya baru bangun ya, Kak, jam 2. Lalu dikumpulkan dan diumumkan. Ya, saya pasti kaget,” ujarnya.

Dukungan dari orang terdekat, seperti keluarga, menjadi penyemangat bagi Jemima untuk menyelesaikan kepercayaan yang diberikan kepadanya. Pengalaman ini merupakan impian Jemima sejak kecil yang akhirnya menjadi kenyataan.

Ketika proses upacara dimulai, ia mengaku tidak merasakan sedikit pun rasa gugup. Jemima hanya berpikir bahwa usaha dan latihan yang telah dilakukannya selama ini harus dituntaskan dengan sebaik mungkin.

Tentunya, rasa haru dirasakan siswa kelas 11 itu ketika ia menerima Pusaka Merah Putih yang diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah. Dirinya tak menyangka ternyata menjadi orang yang membawa Pusaka Merah Putih tersebut.

Walau Jemima belum berkesempatan menjadi anggota Pasukan Pengibar Pusaka Nasional, dirinya tetap bangga atas pencapaiannya saat ini. Baginya, 17 Agustus 2026 adalah momen terindah selama ia menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka.

Perempuan yang tinggal di Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang ini juga menyampaikan pesan khusus bagi putra-putri yang akan mengikuti seleksi Paskibraka tahun depan. Jemima berpesan agar para calon peserta mempersiapkan diri dengan baik, menjaga kesehatan tubuh, terus belajar, dan tidak lupa untuk terus mengandalkan Tuhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....