Atap SDN Sendangmulyo Semarang Roboh, Pemprov Jateng Bangun Kembali Ruang Kelas

  • 29 Jul 2026 20:39 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Atap ruang kelas SDN 03 Sendangmulyo, Kota Semarang, ambruk akibat tertimpa pohon dan langsung mendapat respons dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
  • Gubernur Luthfi memastikan ruang kelas yang rusak akan segera dibangun kembali agar proses kegiatan belajar mengajar tidak terganggu.
  • Peristiwa robohnya atap sekolah tidak menimbulkan korban jiwa karena terjadi pada saat tidak ada aktivitas belajar mengajar berlangsung.

RRI.CO.ID, Semarang - Robohnya atap ruang kelas SDN 03 Sendangmulyo, Kota Semarang, belum lama ini langsung direspons cepat Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Ia memastikan ruang kelas yang rusak segera dibangun kembali agar kegiatan belajar mengajar tidak terganggu.

Luthfi meninjau langsung kondisi sekolah yang atap kelasnya ambruk akibat tertimpa pohon. Peristiwa itu tidak menimbulkan korban jiwa karena terjadi saat tidak ada aktivitas belajar mengajar.

"Untuk di Kota Semarang, satu bangunan kelas saya bangun sendiri, Dinas Pendidikan kita sudah berikan bantuan. Kalau ini namanya force majeure, sekolah masih bagus tertimpa pohon," ujarnya saat meninjau SDN 03 Sendangmulyo, Rabu, 29 Juli 2026.

Pemprov Jawa Tengah juga telah menyalurkan bantuan awal sebesar Rp50 juta untuk mempercepat penanganan kerusakan. Bantuan tersebut dapat ditambah sesuai kebutuhan agar proses perbaikan berjalan lebih cepat.

Selain SDN 03 Sendangmulyo, Pemprov Jateng juga menangani SD Negeri Ketanggirejo di Kabupaten Grobogan yang sebelumnya roboh. Menurut Luthfi, pembangunan sekolah di Grobogan sudah dimulai dan akan dilanjutkan melalui program revitalisasi pemerintah pusat.

"Untuk sekolah yang roboh ini kita ada dua, satu di Grobogan dan satu di Kota Semarang. Grobogan itu sudah full kita bangun, saya sudah koordinasi dengan kementerian nanti akan dibangun dengan dana revitalisasi," katanya.

Dua kejadian tersebut menjadi perhatian serius Pemprov Jawa Tengah terhadap keselamatan bangunan sekolah. Luthfi pun menginstruksikan seluruh bupati dan wali kota segera memeriksa kondisi bangunan SD dan SMP di wilayahnya masing-masing.

Ia meminta setiap daerah memetakan sekolah berdasarkan tingkat kerusakan, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat. Data tersebut akan menjadi dasar penanganan bersama antara pemerintah kabupaten/kota, Pemprov Jawa Tengah, dan pemerintah pusat.

"Kalau SMA/SMK sudah clear, SD-SMP yang belum, sebenarnya bupati wali kota sudah sering saya ingatkan. Hati-hati nanti roboh, petakan, dan lain sebagainya, karena jumlahnya banyak. Kalau kabupaten/kota tidak mampu merevitalisasi, langsung laporkan ke kami," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Sadimin, mengatakan, hingga kini baru dua sekolah yang dilaporkan mengalami kerusakan berat. Meski demikian, koordinasi dengan seluruh pemerintah kabupaten dan kota terus dilakukan untuk memastikan tidak ada sekolah lain yang membutuhkan penanganan darurat.

"Sementara baru dua ini, lainnya belum ada laporan yang masuk ke kami. Untuk Grobogan sudah mulai dibangun tanggal 25 Juli, yang Sendangmulyo baru bantuan Rp50 juta, nanti bisa saja kami tambah lagi," ujarnya.

Sadimin menegaskan, Pemprov Jawa Tengah tetap hadir membantu penanganan sekolah rusak meski kewenangan SD dan SMP berada di pemerintah kabupaten dan kota. Menurutnya, keselamatan siswa dan kelancaran proses belajar harus menjadi prioritas utama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....