PDAM Pastikan Air Keruh di Sejumlah Wilayah Kota Semarang Berangsur Normal
- 29 Jul 2026 12:53 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Kota Semarang memastikan kondisi air keruh yang sempat dikeluhkan pelanggan di sejumlah wilayah mulai berangsur normal. Tim teknis masih terus melakukan pemantauan dan penanganan intensif untuk memastikan kualitas air bersih kembali sesuai standar.
Kepala Humas PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, Mayang Charisma, mengatakan gangguan tersebut murni dipicu faktor alam yang menyebabkan kualitas air baku di hulu Saluran Klambu-Kudu mengalami penurunan secara ekstrem. Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya tingkat kekeruhan air yang masuk ke instalasi pengolahan.
Menurut Mayang, lonjakan kekeruhan lumpur yang jauh di atas kondisi normal mengakibatkan proses distribusi air bersih terganggu. Akibatnya, air yang mengalir ke sebagian pelanggan sempat berubah warna menjadi kecokelatan dan tidak layak dikonsumsi.
"Sistem instalasi PDAM tetap beroperasi optimal, Tim Teknis kami bersiaga 24 jam melakukan penyesuaian ekstra pada dosis pengikat lumpur, pencucian filter (backwash), dan pengurasan pipa di lapangan agar air segera jernih kembali. Hingga siang ini kami pantau tingkat kekeruhan sudah kembali normal di beberapa wilayah, tapi tetap kita pantau dengan ekstra," ujar Mayang dalam keterangan tertulis, Rabu, 29 Juli 2026.
Ia menegaskan, seluruh instalasi pengolahan air tetap beroperasi secara normal selama proses penanganan berlangsung. Berbagai langkah percepatan dilakukan agar distribusi air bersih kepada pelanggan dapat kembali pulih secepat mungkin.
Aduan air keruh sebelumnya diterima dari sejumlah wilayah layanan, antara lain BKJ, Singa, Panda, Rowosari, Gajah, Wolter Monginsidi, Pedurungan, Sendangguwo, dan Kedungmundu. Sementara di wilayah layanan selatan, gangguan dilaporkan terjadi di sekitar Wahidin, Tanah Putih, dan Cinde.
Di wilayah utara, keluhan serupa juga datang dari pelanggan di kawasan Peterongan, Rambutan, Nangka, Tentara Pelajar, Cilosari, hingga Kebonharjo. Meski demikian, PDAM menyebut kondisi di beberapa wilayah mulai menunjukkan perbaikan seiring menurunnya tingkat kekeruhan air baku.
Mayang memastikan PDAM Tirta Moedal akan terus memantau kondisi kualitas air selama 24 jam. Tim teknis juga tetap disiagakan untuk melakukan penyesuaian proses pengolahan apabila terjadi perubahan kondisi air baku.
Selain itu, PDAM Tirta Moedal tetap membuka layanan bantuan tangki air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan selama musim kemarau. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk menjaga ketersediaan layanan air bersih bagi warga Kota Semarang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....