PDAM Kota Semarang Berlakukan Sistem Giliran 12 Jam di Wilayah Selatan

  • 16 Sep 2026 20:17 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Penurunan debit air baku akibat musim kemarau membuat PDAM Tirta Moedal Kota Semarang menerapkan distribusi air secara bergilir di sejumlah wilayah Semarang Selatan. Pengaliran air yang semula sempat direncanakan dua hari sekali kini dapat diatur menjadi giliran 12 jam sekali setelah dilakukan evaluasi dan rekayasa aliran.

Kabag Produksi 1 PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, Agung Purwantoro, mengatakan pasokan air baku untuk wilayah Semarang Selatan yang bersumber dari daerah Ungaran dan Gunungpati mengalami penurunan. Debit yang biasanya mencapai rata-rata 561 liter per detik (LPS) kini berada di sekitar 418 LPS atau turun 25,4 persen.

“Akibat dari penurunan, kami sempat mengumumkan opsi giliran dua hari sekali pada Hari Senin. Namun, setelah tim teknik melakukan evaluasi dan rekayasa aliran, kami bisa tingkatkan menjadi skenario giliran 12 jam sekali,” katanya, Rabu, 16 September 2026.

Dengan skenario tersebut, Zona Jatihulur mendapatkan aliran air pada pukul 07.00 hingga 19.00 WIB. Wilayah ini meliputi Jatingaleh, Carikan, Jatiluhur, Jangli Perbalan, Saptamarga, Tamtama, dan Brigif.

Sementara itu, Zona Sisi Barat mendapatkan aliran air pada pukul 19.00 hingga 07.00 WIB. Wilayah yang masuk zona tersebut yakni Karangrejo Selatan dan Kampung Pentul.

Agung mengatakan sekitar 5.000 sambungan rumah di wilayah Semarang Selatan terdampak pengaturan distribusi tersebut. Pelanggan diminta menyiapkan tandon atau tempat penampungan air untuk menyimpan pasokan ketika aliran sedang menyala.

“Kami sarankan pelanggan memikirkannya dengan menampung air di tandon saat jadwal aliran menyala. Pasokan ini bisa digunakan sebagai cadangan di 12 jam berikutnya ketika aliran sedang mati,” katanya.

PDAM Tirta Moedal memastikan skenario distribusi bergilir tersebut hanya berdampak pada sebagian wilayah Semarang Selatan. Sementara, wilayah pelayanan Semarang Barat, Utara, dan Pusat masih aman karena ditopang Pengolahan Air Kaligarang dan SPAM Semarang Barat.

Kepala Humas PDAM Tirta Moedal, Mayang Charisma, mengatakan pihaknya terus memantau kondisi sumber air dan akan mengevaluasi jadwal distribusi apabila debit kembali meningkat. Jika kondisi sumber air membaik, pelayanan diharapkan dapat kembali normal selama 24 jam.

Menurut Mayang, debit air saat ini masih dapat mencukupi kebutuhan pelanggan meskipun distribusi perlu diatur di sejumlah wilayah. PDAM juga menyiagakan armada tangki air untuk mengantisipasi kebutuhan pelanggan yang terdampak.

Masyarakat di wilayah terdampak diminta menggunakan air secara bijak dan memanfaatkan waktu pengaliran untuk menampung air secukupnya. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu pelanggan memenuhi kebutuhan air selama jadwal distribusi bergilir diterapkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....