Kota Semarang Hasilkan 1.300 Ton Sampah per Hari, DPRD Dorong Pilah Sampah dari Rumah
- 29 Jul 2026 08:55 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Kota Semarang menghasilkan sekitar 1.200 hingga 1.300 ton sampah setiap hari. Tingginya volume sampah tersebut mendorong Pemerintah Kota Semarang bersama DPRD mengajak masyarakat membiasakan memilah sampah sejak dari rumah.
Ajakan tersebut disampaikan dalam sosialisasi pilah sampah dan pengelolaan lingkungan di Balai Kelurahan Tlogomulyo, Kecamatan Pedurungan, Selasa, 28 Juli 2026. Saat ini, sekitar 865 hingga 1.000 ton sampah setiap hari masih diangkut menuju TPA Jatibarang sehingga pengurangan sampah dari sumber menjadi salah satu prioritas.
Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Irwan Loekito Wiharto, mengatakan pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pengangkutan ke TPA. Menurutnya, kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah melalui RT maupun bank sampah merupakan langkah paling efektif untuk mengurangi timbunan sampah.
"Masyarakat melakukan pilah sampah melalui RT atau bank sampah. Sampah anorganik bisa dijual langsung atau didaur ulang, bisa menjadi bahan baku kerajinan, sedangkan sampah organik diolah menjadi kompos, eco enzym, bahan budidaya maggot, dan yang lainnya," kata Irwan.
Ia menjelaskan, pengelolaan sampah berbasis masyarakat juga mampu membuka peluang ekonomi bagi warga. Sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang memiliki nilai jual sekaligus mengurangi beban TPA Jatibarang.
Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang lainnya, Nunung Sriyanto, mengatakan bantuan operasional dari Pemerintah Kota Semarang sebesar Rp25 juta dapat dimanfaatkan untuk mendukung program ketahanan pangan di lingkungan masyarakat. "Digunakan untuk pembelian bibit-bibit tanaman sayuran, lombok, jahe, tomat dan lainnya, dengan harapan masyarakat dapat panen untuk kebutuhan sendiri sehingga bisa menekan pengeluaran rumah tangga," ujarnya.
Sementara itu, Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Trifena Wiyatin Suhendro, mengajak masyarakat memanfaatkan berbagai bantuan pemerintah secara optimal. Menurutnya, program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan.
Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Mayleni, mengatakan sampah organik, terutama sisa sayuran, masih mendominasi timbunan sampah rumah tangga dan memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk bernilai ekonomi. DLH membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengikuti pelatihan pengolahan sampah organik, termasuk budidaya maggot yang juga akan didukung dengan bantuan bibit.
"Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang memberikan peluang yang sebesar-besarnya pada warga Kota Semarang untuk mengajukan permohonan pelatihan pengolahan sampah organik. Khusus untuk budidaya maggot, juga akan diberikan atau dibantu bibitnya agar masyarakat bisa mengolahnya sendiri menjadi produk-produk yang bernilai jual, untuk mengangkat perekonomian rakyat," ujar Mayleni.
Melalui pelatihan dan pendampingan tersebut, DLH Kota Semarang berharap semakin banyak warga mampu mengelola sampah secara mandiri maupun berkelompok. Selain mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA Jatibarang, upaya itu juga diharapkan dapat menciptakan nilai ekonomi baru dan mendukung terwujudnya Kota Semarang yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....