Beasiswa Santri Jateng Diserbu 942 Pendaftar, 15 Santri Tembus Kampus Luar Negeri
- 27 Jul 2026 15:19 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendapat sambutan luar biasa pada tahun perdananya. Sebanyak 942 orang mendaftar, bahkan 15 santri telah dinyatakan lolos untuk melanjutkan pendidikan ke sejumlah kampus luar negeri.
Seleksi program tersebut kini memasuki tahap akhir untuk kategori beasiswa dalam negeri. Para peserta yang lolos administrasi mengikuti wawancara pada 25-26 Juli 2026, sementara hasil akhir akan diumumkan pada 3 Agustus 2026.
Ketua Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Provinsi Jawa Tengah, Hasyim Muhammad, mengatakan total pendaftar terdiri atas 702 santri dan 240 pengasuh pesantren. Tingginya jumlah pendaftar menunjukkan besarnya antusiasme kalangan pesantren terhadap kesempatan melanjutkan pendidikan melalui program tersebut.
Sementara itu, hasil seleksi beasiswa luar negeri telah diumumkan lebih dahulu pada 6 Juli 2026. Sebanyak 15 peserta berhasil lolos untuk menempuh pendidikan di China, Mesir, dan Yaman melalui berbagai program studi.
Rinciannya, tiga santri diterima di kampus China untuk bidang sains dan teknologi. Selain itu, satu peserta lolos program kedokteran di Al Azhar Mesir, tiga orang di Al Ahqof Yaman, tujuh orang di Al Azhar Mesir bidang keislaman, dan satu santri menjalani program double degree.
Menurut Hasyim, program ini merupakan bagian dari implementasi Program Pesantren Obah yang menjadi salah satu program unggulan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Pemprov Jateng secara khusus membuka akses pendidikan tinggi bagi kalangan santri dan pengasuh pesantren yang selama ini memiliki keterbatasan dalam mengakses berbagai program beasiswa.
“Ini kepedulian Pemprov Jateng kepada pesantren di Jawa Tengah. Di luar sana banyak beasiswa, tetapi kemungkinan santri salaf sulit untuk bisa masuk, karena itu pemprov secara spesial memberi kesempatan emas ini,” ujar Hasyim.
Ia menjelaskan, sosialisasi program telah dilakukan sejak setahun terakhir melalui berbagai kanal, baik daring maupun luring. Informasi dan proses pendaftaran juga dapat diakses melalui aplikasi Jateng Ngopeni Nglakoni (JNN) dan laman resmi Pemprov Jawa Tengah.
Ketua Panitia Seleksi Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren Pemprov Jateng, Wahid Abdulrahman, mengatakan wawancara menjadi tahap penting dalam proses seleksi. Penilaian mencakup kemampuan membaca kitab kuning sebesar 50 persen, hafalan Al-Qur’an 20 persen, wawasan kebangsaan 15 persen, dan kepesantrenan 15 persen.
Program beasiswa tersebut mencakup lima kategori, mulai dari vokasi dan sarjana dalam negeri, sarjana luar negeri, program double degree, studi keislaman di Timur Tengah, hingga beasiswa magister dan doktoral bagi pengasuh pesantren. Perguruan tinggi tujuan dapat berasal dari kampus negeri maupun swasta yang telah bekerja sama dengan Pemprov Jawa Tengah.
"Untuk kampusnya, pilihannya bebas. Bisa negeri atau swasta, yang penting kampus di Jawa Tengah yang sudah MoU dengan Pemprov Jateng, atau kampus luar negeri yang juga sudah kerja sama," kata Wahid.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin menegaskan proses seleksi dilakukan secara ketat dan transparan. Seleksi melibatkan unsur ulama, pengelola pondok pesantren, serta akademisi untuk memastikan peserta yang lolos benar-benar memenuhi kriteria.
Taj Yasin menilai tingginya minat pendaftar menjadi sinyal positif bagi pengembangan sumber daya manusia berbasis pesantren. Program ini diharapkan mampu membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas sekaligus melahirkan generasi santri yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....