Pemkot Semarang Perkuat ANANDA BERSINAR, Generasi Muda Jadi Garda Lawan Narkoba

  • 26 Jul 2026 19:16 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah bersama Pemerintah Kota Semarang memperkuat komitmen melindungi anak dan generasi muda dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Hal itu melalui Gerakan ANANDA BERSINAR (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkoba).

Komitmen tersebut digaungkan dalam Jalan Sehat HANI 2026 bertajuk “One Step Against Drugs: Melangkah Bersama untuk Indonesia Bersinar” yang digelar di halaman Kantor BNN Provinsi Jawa Tengah, Jalan Madukoro Blok BB, Semarang, Minggu 26 Juli 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 yang mengangkat tema “Membangun Generasi Sehat, Cerdas, dan Kuat melalui Gerakan ANANDA BERSINAR Menuju Indonesia Emas 2045.”

Jalan sehat melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pelajar, PKK, penggiat dan relawan antinarkoba, lembaga swadaya masyarakat, Forkopimda, instansi pemerintah, hingga masyarakat Kota Semarang. Selain jalan sehat, kegiatan juga diisi dengan senam, hiburan, dan kampanye hidup sehat tanpa narkoba.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan dukungan Pemerintah Kota Semarang terhadap Gerakan ANANDA BERSINAR dan berbagai upaya pencegahan narkoba yang menyasar anak serta generasi muda. Pembangunan Kota Semarang harus dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya dengan memastikan anak-anak dan generasi muda tumbuh sehat, memperoleh pendidikan yang baik, dan terlindungi dari narkoba.

“Anak-anak Kota Semarang adalah masa depan kita. Mereka harus tumbuh sehat, cerdas, memiliki karakter yang kuat, dan berada dalam lingkungan yang mampu melindungi mereka dari berbagai ancaman, termasuk narkoba. Karena itu, pencegahan narkoba harus menjadi gerakan bersama, bukan hanya tugas BNN atau pemerintah,” ujarnya.

Agustina juga mengapresiasi pengukuhan 10 Sobat Bersinar dari kalangan pelajar SMA dan SMK di Kota Semarang. Menurutnya, keberanian anak muda mengambil peran dalam gerakan antinarkoba perlu terus diberikan ruang karena pesan positif dari sesama generasi muda dapat menjadi kekuatan dalam membangun lingkungan pergaulan yang sehat.

“Saya ingin Sobat Bersinar menjadi contoh bahwa anak muda Kota Semarang bisa menjadi bagian dari solusi. Jadilah teman yang saling menjaga, saling mengingatkan, dan berani mengajak teman-temannya melakukan kegiatan positif. Jangan pernah takut mengatakan tidak terhadap narkoba,” pesannya.

Menurut Agustina, perlindungan terhadap generasi muda semakin mendesak mengingat kelompok usia muda menjadi salah satu kelompok yang rentan terhadap penyalahgunaan narkotika. Kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama karena keberhasilan Indonesia memanfaatkan bonus demografi sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya.

“Indonesia Emas 2045 membutuhkan generasi yang sehat, cerdas, unggul, produktif, berkarakter, dan memiliki daya saing. Narkoba dapat merampas seluruh potensi itu. Maka, ketika kita menyelamatkan satu anak dari narkoba, sesungguhnya kita sedang menyelamatkan satu masa depan,” tegasnya.

Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah Brigjen Pol. Agus Rohmat menegaskan bahwa peringatan HANI tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan, tetapi harus menjadi momentum membangun gerakan bersama untuk melindungi generasi muda. Ancaman narkotika terhadap anak dan remaja harus dihadapi sedini mungkin. Pencegahan tidak boleh baru dilakukan ketika seseorang telah menjadi korban.

“Ketika seorang anak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika, yang terancam bukan hanya kesehatannya. Pendidikan, cita-cita, dan masa depannya ikut terancam. Pada akhirnya, keluarga dan masa depan bangsa juga terdampak. Karena itu, pencegahan harus dimulai jauh sebelum anak menjadi korban,” tegas Agus Rohmat.

Semangat tersebut menjadi landasan Gerakan ANANDA BERSINAR yang menempatkan anak sebagai subjek utama dalam upaya pencegahan narkoba. Agus menjelaskan, ANANDA BERSINAR merupakan Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkoba.

Gerakan ini berangkat dari keyakinan bahwa perang melawan narkotika harus dimulai dari keluarga, sekolah, lingkungan tempat anak tumbuh, serta membangun kemampuan setiap anak untuk berani berkata tidak terhadap narkoba.

“Anak tidak cukup hanya diberi tahu bahwa narkoba itu berbahaya. Anak harus memiliki ketahanan diri, mampu mengenali sesuatu yang berbahaya, memilih lingkungan pergaulan yang sehat, berani mengambil keputusan yang benar, dan yang paling penting, berani berkata tidak ketika ada orang yang menawarkan narkoba atau mengajak melakukan sesuatu yang membahayakan masa depannya,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....