Sempat Ditutup Imbas Kecelakaan, Perlintasan Sebidang Tengeng Wetan Dibuka Lagi

  • 27 Jul 2026 14:30 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Peresmian pembukaan kembali JPL 126 dilakukan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan H. Sukirman
  • Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan menyiapkan langkah lanjutan berupa peningkatan sarana keselamatan di sekitar perlintasan

RRI.CO.ID, Pekalongan – Setelah melalui proses panjang dan sempat ditutup akibat kecelakaan, Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 126 di Desa Tengeng Wetan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan akhirnya resmi dibuka kembali, Senin 27 Juli 2026. Peresmian pembukaan kembali JPL 126 dilakukan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, Sukirman.

Sukirman mengatakan pembukaan kembali perlintasan tersebut merupakan hasil proses yang tidak singkat karena harus melalui berbagai ketentuan dari Kementerian Perhubungan dan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Ia pun menegaskan satu pesan utama, jangan sampai perlintasan ini kembali memakan korban jiwa.

Menurut Sukirman, penutupan sebelumnya dilakukan menyusul insiden kecelakaan di lokasi tersebut. Peristiwa itu, kata dia, harus menjadi pelajaran agar seluruh pihak lebih mengutamakan keselamatan.

"Penutupan sebelumnya terjadi karena adanya musibah yang tentu tidak kita kehendaki. Itu menjadi pelajaran dan introspeksi bagi kita semua," ujarnya.

Sukirman mengaku terharu dengan semangat warga Desa Tengeng Wetan yang terus memperjuangkan pembukaan kembali perlintasan. Bahkan, masyarakat disebut rela bergotong royong dan mengumpulkan dana secara swadaya agar akses tersebut bisa kembali difungsikan.

"Saya mendengar masyarakat siap urunan asal perlintasan ini dibuka. Ini menjadi introspeksi bagi pemerintah karena sesungguhnya penyediaan fasilitas seperti ini merupakan kewajiban pemerintah," katanya.

Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan menyiapkan langkah lanjutan berupa peningkatan sarana keselamatan di sekitar perlintasan. Di antaranya perbaikan pos penjagaan, penyediaan fasilitas keselamatan, hingga penataan petugas jaga.

Menurutnya, keberadaan petugas yang disiplin menjadi faktor penting untuk mencegah kecelakaan di perlintasan sebidang."Nanti posnya akan kita pikirkan untuk diperbaiki, termasuk perlengkapan keselamatan dan petugas jaga agar mendapat perhatian pemerintah," jelasnya.

Sukirman juga mengingatkan masyarakat agar tidak tergesa-gesa saat melintasi rel kereta. Ia meminta seluruh pengguna jalan mematuhi rambu-rambu dan tidak memaksa petugas membuka palang sebelum dipastikan benar-benar aman.

"Jangan menerobos, jangan nyelonong, kesabaran itu penting. Jangan sampai gara-gara terburu-buru justru terjadi kecelakaan yang merugikan kita semua," ucapnya.

Kepada Kepala Desa Tengeng Wetan, ia juga meminta agar proses seleksi petugas jaga dilakukan secara ketat. Menurutnya, petugas harus memiliki tanggung jawab tinggi karena menyangkut keselamatan banyak orang.

"Petugasnya harus disiplin, jangan yang ngantukan. Keselamatan masyarakat adalah yang utama," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tengeng Wetan, Rahmat menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Kementerian Perhubungan RI, PT KAI, serta seluruh pihak yang telah mendukung pembukaan kembali JPL 126. "Sudah dibukanya akses vital yang menghubungkan Tengeng Wetan dengan Desa Tegalontar, Kecamatan Sragi ini, kami sangat berterima kasih kepada semua pihak," ucapnya.

Ia berharap keberadaan perlintasan tersebut kembali memperlancar mobilitas masyarakat dan mendorong aktivitas ekonomi warga di Desa Tengeng Wetan maupun wilayah sekitar.

Peresmian JPL 126 turut dihadiri Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan, Kepala DPU Taru, Kepala Bapperida, tokoh masyarakat, alim ulama, pemuda, mahasiswa KKN, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....