Indonesia Tipitaka Chanting Bertepatan 50 Tahun Sangha Theravada Indonesia

  • 25 Jul 2026 11:43 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Indonesia Tipitaka  Chanting
  • Taman Lumbini , Zona II Candi Borobudur
  • Sangha Theravada Indonesia

RRI.CO.ID, Kabupaten Magelang - Ribuan umat Buddha dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Indonesia Tipitaka Chanting dan perayaan Asalha Mahapuja 2570 Buddhis Era / 2026. Kegiatan yang berlangsung di Taman Lumbini , Zona II Candi Borobudur 24-26 Juli ini, tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga momentum konsolidasi spiritual sekaligus penanda setengah abad Sangha Theravada Indonesia.

“Indonesia Tipitaka Chanting tahun ini diikuti sebanyak 2.045 umat Buddha dari berbagai wilayah di Indonesia . Selain itu juga diikuti bhikkhu, samanera.atthasilani, upasaka-upasika dari luar negeri seperti dari Singapura. danThailand ,” kata Ketua Panitia Umum Indonesia Tipitaka Chanting dan Asalha Mahapuja, Bhikkhu Gutadhammo Mahathera, Jumat 24 Juli 2026.

Bhikkhu Gutadhammo Mahathera mengatakan, Indonesia Tipitaka Chanting tahun ini memiliki makna lebih luas karena bertepatan dengan peringatan 50 tahun atau Sangha Theravada Indonesia. Momentum tahun kencana Sangha Theravada tersebut menjadi refleksi perjalanan panjang sangha dalam membina umat dan menjaga ajaran Buddha di Indonesia.

Selain itu, Sangha Theravada Indonesia dinilai konsisten membangun fondasi spiritual umat. Sekaligus menjaga relevansi ajaran Buddha di tengah perubahan zaman

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan ruang praktik langsung ajaran Buddha. Yakni para peserta menjalani pelatihan atthasila (puasa) sebagai fondasi moral sebelum mengikuti rangkaian utama.

Sedangkan, agenda utama ITC berupa pembacaan kitab suci Tipitaka, khususnya bagian Suttapiṭaka Majjhimanikāya. Pada pembacaan kitab Tipitaka tersebut tidak sekadar pembacaan teks, melainkan dilengkapi dengan penjelasan mendalam dari para biksu cendekiawan.

“Pendekatan ini penting agar umat tidak hanya membaca, tetapi juga memahami makna ajaran yang terkandung di dalamnya.Peserta tidak hanya membaca dengan suasana batin yang khusyuk, tetapi juga mendapat penjelasan ilmiah agar benar-benar mengerti isi Dhamma," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI, Supriyadi mengatakan, Indonesa Tipitaka Chanting ini merupakan bagian dari tugas mulia Sangha Theravada Indonesia dalam menjaga dan melestarikan Buddha Dhamma di Indonesia. Sangha Theravada Indonesia juga dinilai sangat konsisten melaksakan ITC setiap tahunnya.

“Ini bukan sekadar kegiatan rutin. Tetapi bagian dari upaya strategis dalam menjaga dan menjaga dan melestarikan Buddha Dhamma di Indonesia,” ungkapnya Supriyadi.

Ia menambahkan, Pabbajja dan praktik Dhamm ini bukan euforia, tetapi proses pembelajaran. Harapannya, setelah pulang, peserta membawa perubahan nyata dalam kehidupan di tengah tantangan modernitas yang semakin kompleks.

Rangkaian ITC lainnya, ritual pradaksina di stupa induk Candi Borobudur, yang menjadi simbol penghormatan sekaligus refleksi spiritual bagi para peserta. Dan , pada puncaknya dilakukan pada Minggu (26/7), ditandai dengan prosesi Puja Yatra yang melibatkan lebih dari 10 ribu umat Buddha dari Candi Mendut dan berakhir di Candi Borobudur. (wied)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....