MUI Jateng: Edukasi Jadi Benteng Pertama Hadapi Darurat Narkoba
- 24 Jul 2026 14:58 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID., Semarang - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Tengah menilai penyalahgunaan narkoba di wilayah Jawa Tengah telah menjadi ancaman serius yang membutuhkan perhatian seluruh elemen masyarakat. Upaya pencegahan dinilai harus diperkuat melalui edukasi yang menyasar keluarga, sekolah, hingga lingkungan masyarakat agar mampu melindungi generasi muda dari bahaya narkoba.
Ketua Gerakan Nasional Anti Narkoba (GANAS ANAR) MUI Provinsi Jawa Tengah, Dr. K.H. Multazam Ahmad, M.Si., mengatakan masifnya peredaran narkoba berpotensi menghilangkan satu generasi bangsa apabila tidak segera ditangani secara bersama-sama. Menurutnya, edukasi menjadi peran utama GANAS ANAR, sementara penindakan hukum tetap menjadi kewenangan aparat penegak hukum.
"Kita harus sadar bahwa ini adalah ancaman yang serius. Ini akan mengancam sebuah negara karena generasi kita akan terpotong satu generasi yaitu melalui narkoba. Menurut saya Jawa Tengah sudah bisa dikatakan darurat narkoba," ujarnya kepada RRI, Kamis, 23 Juli 2026.
Ia menjelaskan, GANAS ANAR terus melakukan sosialisasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba melalui berbagai kegiatan keagamaan dan pendidikan. Edukasi disampaikan dalam pengajian, kegiatan PKK, sekolah, hingga perguruan tinggi dengan pendekatan moral dan nilai-nilai keagamaan agar masyarakat memahami dampak buruk narkoba bagi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan.
Multazam juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan komunikasi dengan anak sebagai langkah pencegahan sejak dini. Menurutnya, keluarga menjadi lingkungan pertama yang mampu mengenali perubahan perilaku anak sekaligus membangun ketahanan terhadap pengaruh negatif peredaran narkoba.
"Saya harapkan kepada masyarakat dan orang tua agar memberi informasi kepada anak-anak tentang bahaya narkoba. Generasi kita harus diarahkan kepada hal-hal yang baik, jangan sampai dirusak oleh penyalahgunaan narkoba karena ini merupakan ancaman bagi negara," katanya.
Selain edukasi, Multazam mendorong penguatan sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, tokoh agama, media, dan masyarakat dalam memperluas kampanye bahaya narkoba. Ia menilai penyebaran informasi melalui berbagai media, termasuk ruang publik dan platform digital, perlu diperkuat agar pesan pencegahan dapat menjangkau lebih banyak kalangan.
Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, MUI Jawa Tengah berharap upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dapat berjalan lebih efektif sehingga mampu melindungi generasi muda sekaligus menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari narkoba.(imm)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....